Kamis, 25 Februari 2021 | 11:34
NEWS

Uskup Agung Merauke Percaya Masyarakat Papua Tidak Emosional Hadapi Konten Rasis Ambroncius Nababan

Uskup Agung Merauke Percaya Masyarakat Papua Tidak Emosional Hadapi Konten Rasis Ambroncius Nababan
Uskup Agung Merauke Mgr. P.C. Mandagi, MSC. (Ist)

ASKARA - Banyak pihak menyesalkan bahkan mengutuk rasisme oleh Ambroncius Nababan terhadap Natalius Pigai yang diekspos melalui akun Facebook pribadinya pada 21 Januari lalu. 

Berbagai elemen masyarakat termasuk para pemuka menyuarakan keprihatinannya. Salah satunya datang dari Mgr. P.C. Mandagi, MSC., Uskup Agung Merauke. Selain mengutuk dengan keras, dirinya juga meminta agar Ambroncius Nababan diproses hukum secara transparan, sehingga di masa akan datang tidak ada lagi kasus rasisme di Indonesia terutama yang ditujukan kepada orang Papua.

Menurutnya, dengan sikap dan perbuatan Ambroncius Nababan, pantaslah semua orang Papua tersinggung dan marah. Namun kemarahan itu baiknya ditunjukkan bukan dengan melakukan aksi kekerasan.

"Saya percaya orang Papua khususnya di Papua Selatan tidak akan terpancing dengan melakukan kekerasan atas pelecehan ini. Orang Papua akan menunjukkan kedewasaan sebagai pribadi manusia dan sebagai umat beragama," kata Mgr. P.C. Mandagi, MSC. dalam siaran pers, Selasa (26/1).

Mgr. P.C. Mandagi, MSC. juga mengajak kepada semua pihak sebagai sesama anak bangsa untuk saling menghargai dengan tidak merendahkan dan melecehkan derajat seseorang dari kelompok suku, agama dan ras lainnya. 

"Kita ini semua umat manusia yang memiliki derajat tinggi dan sama di mata Tuhan. Kita bukanlah hewan atau binatang yang tidak memiliki perasaan," pesannya.

Sebelumnya telah banyak tokoh masyarakat yang mengutuk perbuatan rasis Ambroncius Nababan, seperti yang dilakukan tokoh masyarakat dan komunitas Batak yang berada di Papua. Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) di Yapen dalam pernyataan sikap kerasnya tertuang dalam pernyataan tertulis Nomor:01/SP-KMB-YAPEN/I/2021 dan dibacakan Ketua KMB Gokman Simbolon.

Selain mengutuk dan mengecam keras serta menyampaikan bahwa yang dilakukan tersebut adalah pernyataan pribadi Ambroncius Nababan yang tidak mewakili sikap masyarakat Batak, komunitas ini juga meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas serta memproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dan menuntut Ambroncius Nababan agar memohon maaf kepada Natalius Pigai dan masyarakat Papua.

Pernyataan sikap keras mengutuk dan kecaman senada juga dikeluarkan Kerukunan Masyarakat Batak di Nabire dan KMB di Numfor Supiori.

Semua pihak berharap, dengan kejadian ini kedamaian dan keamanan Papua dapat dijaga untuk meneruskan pembangunan dan kehidupan sehari-hari dalam mewujudkan Papua yang maju dan sejahtera. 

Komentar