Senin, 08 Juni 2026 | 23:02
NEWS

Menparekraf Sandiaga Uno Akan Berkantor di Bali, Ini Alasannya

Menparekraf Sandiaga Uno Akan Berkantor di Bali, Ini Alasannya
Sandiaga Uno (Dok Kemenparekraf/istimewa)

ASKARA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno mengaku akan berkantor di Bali. Bukan tanpa alasan, Sandiaga ingin sektor pariwisata di Bali segera bergeliat dampak pandemi Covid-19.  

Sandiaga mengaku prihatin dengan anjloknya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional. Lebih dari 80 persen masyarakat Bali yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata kehilangan pendapatan. 

"Berkantor di Bali paling tidak sebulan sekali beberapa hari, ini berkantor bener ya, bukan berkunjung, tapi berkantor," ungkap Sandi dalam webminar bertajuk 'Merajut Tali Gagasan Bali Kembali dan Kebijakan Pemerintah Terhadap Keberlangsungan Pariwisata di Bali 2021', Sabtu kemarin (23/1).

"Kalau saya berkantor di Bali itu paling tidak ada geliat yang dirasakan, dari segi perhatian, tambahan policy, kemampuan saya menyampaikan juga kepada Presiden dan Wakil Presiden dan lain sebagainya," jelasnya.

Inisiatif tersebut katanya tengah dikaji secara komprehensif jajarannya saat ini.

Sandiaga mengatakan, berkantor di Bali sangat perlu lantaran dirinya masih mengadopsi prinsipnya, yakni percaya apabila melihat, mendengar dan merasakan langsung. 

"Ini kita sedang coba finalkan, agar perhatian ini, 'seeing is believing'. Kalau cuma ngomong-ngomong dari Jakarta-nggak ada di Bali, pasti nggak akan punya credibility," jelas Sandi.

Selain itu, menurut Sandiaga, berkantor di Bali juga dapat membuka ruang diskusi antara dirinya dengan pelaku usaha ataupun pemerhati sosial seperti Niluh Putu Ary Pertami Djelantik atau Mbok Niluh. 

Kehadirannya di Bali pun diungkapkan Sandi dapat menepis istilah ABS atau 'Asal Bapak Senang', namun fakta sebenarnya berbanding terbalik dengan laporan yang didapatkannya.

"Saya bisa diundang jalan-jalan sama Mbok Niluh, kalau saya di Jakarta pasti susah. Tapi kalau saya berkantor di Bali, Mbok Niluh tinggal dateng ke kantor saya atau saya dateng ke tempat Mbok Niluh, terus kita jalan-jalan, kita lihat," ungkap Sandi.  

"Saya sangat menikmati kalau kita langsung mendengar tanpa ada laporan dari staf Kementerian Pariwisata yang 'asal bapak senang'. Saya pengalaman di pemerintahan, kadang-kadang laporan itu 'bagus pak-bagus pak', 'gini-gini', tapi begitu saya tanya ternyata nggak seperti itu," jelasnya.

Walau begitu, Sandi tidak ingin mengambil keputusan Sepihak. Dia berharap ada masukan dari seluruh stake holder terkait gagasannya untuk berkantor di Bali.

"Nah, ini inisiatif seperti ini (berkantor di daerah) sedang kita jalankan, justru ada 10-15 menit waktu saya, tapi saya ingin mendengar sih masukan yang lain untuk menyemangati kita," ungkap Sandiaga. 

Komentar