Senin, 08 Juni 2026 | 23:30
NEWS

132 Ribu Lebih Tenaga Kesehatan Sudah Divaksin

132 Ribu Lebih Tenaga Kesehatan Sudah Divaksin
(Beritalima/Ist)

ASKARA - Perkembangan pelaksanaan vaksinasi kepada tenaga kesehatan yang dilaksanakan sejak 14 Januari tetap berjalan dalam koridor.

Per 22 Januari, jumlah tenaga kesehatan yang telah divaksin di 13.525 fasilitas pelayanan kesehatan di 92 kabupaten/kota di 34 provinsi mencapai lebih dari 132 ribu orang. Jumlah ini setara dengan 22  persen dari total 598.483 tenaga kesehatan yang akan divaksin di tahap pertama.

"Di tahap pertama kami menyebarkan undangan bagi 598.483 tenaga kesehatan dari target 1,47 juta. Sisa 888.282 tenaga kesehatan sudah mulai diberikan undangan di 21 Januari kemarin. Jika ada tenaga kesehatan yang belum terdaftar di tahap pertama, kemungkinan mereka ada di kelompok kedua," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmiz, Sabtu (23/1).

Selain jumlah tenaga kesehatan yang telah divaksin tersebut, ada juga tenaga kesehatan yang batal untuk divaksin karena beberapa alasan di antaranya merupakan penyintas Covid-19, memiliki komorbid, darah tinggi, penyakit bawaan, dan sedang hamil.

Vaksinasi sangat penting diberikan kepada tenaga kesehatan untuk mengurangi tingkat keparahan penyakit, sehingga mengurangi angka tenaga kesehatan yang meninggal. 

"Kita sudah kehilangan lebih dari 600 tenaga kesehatan dan ini merupakan kehilangan yang besar bagi bangsa Indonesia. Mari kita putus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui vaksinasi," jelas Dokter Siti.

Vaksinasi memiliki manfaat yang lebih besar dibanding risikonya karena vaksin memiliki risiko efek simpang yang rendah. Berdasarkan laporan Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), semua reaksi masih bersifat ringan dan tidak ada yang serius.

Proses vaksinasi kepada tenaga kesehatan masih akan terus berlangsung dan diharapkan hingga Februari untuk mencapai target 1,47 juta tenaga kesehatan divaksinasi. (beritalima)

Komentar