Minggu, 07 Juni 2026 | 13:36
NEWS

Siloam Hospital Lakukan Operasi Bypass Jantung Koroner Pertama di Kota Balikpapan

Siloam Hospital Lakukan Operasi Bypass Jantung Koroner Pertama di Kota Balikpapan
(Ist)

ASKARA - Penyakit jantung merupakan salah satu masalah kesehatan utama dan penyebab nomor satu kematian di dunia. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Sekitar 31 persen dari seluruh kematian di dunia atau 8,7 juta disebabkan oleh penyakit jantung koroner. 

Kementerian Kesehatan RI mencatat sebanyak 1,5 persen atau 15 dari 1000 penduduk Indonesia menderita penyakit jantung koroner.

Siloam Hospital Balikpapan (SHBP) sebagai salah satu rumah sakit swasta di Kalimantan Timur terus berupaya membantu pemerintah kota dalam melayani dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melengkapi fasilitas bagi layanan bedah jantung terbuka yang telah diresmikan oleh Wali Kota Balikpapan H Rizal Efendi pada 23 November 2020. 

Diharapkan, dengan adanya pelayanan ini, masyarakat Balikpapan tidak perlu lagi ke luar kota ataupun ke luar negeri untuk melakukan operasi jantung. Tentunya layanan bedah jantung yang ada di Siloam Hospital Balikpapan tidak kalah dengan yang ada di luar pulau. Pihak Siloam Hospital Balikpapan memastikan telah menyiapkan tim medis yang berkompeten dan handal dalam bidang tersebut.

Pada Sabtu 16 Januari 2021 Siloam Hospital Balikpapan telah berhasil melaksanakan pelayanan bedah jantung terbuka pertama di Kota Balikpapan. Jenis operasi yang dilakukan adalah Coronary Artery Bypass Graft (CABG) atau yang lazim disebut Operasi Bypass Jantung Koroner. Secara sederhana, prosedur CABG digambarkan sebagai pembuatan jalur baru (bypass) di sekitar arteri yang tersumbat. Jalur baru dibutuhkan agar aliran darah menjadi lancar sehingga otot jantung cukup mendapatkan nutrisi dan oksigen.  

Operasi dilakukan pada pasien berusia 50 tahun dengan kasus penyakit jantung koroner. Ruang Bedah (Operating Theater) Siloam Hospital Balikpapan menjadi tempat pelaksanaan bedah jantung terbuka ini. 

Ketua tim operasi adalah dr. Ivan Joalsen Mangaratua, SpBTKV (K) yang juga menjadi operator utama didampingi oleh dokter spesialis anestesi dr. Teddy Ferdinand, SpAn-KAKV. Selain itu, dalam proses perawatan, pasien ditangani oleh dokter-dokter spesialis yang ahli di bidangnya di antaranya dr. Eka Seprianti Widiastuti, SpAn-KIC sebagai kepala ICU/ICCU/HCU/NICU, dr. Christiani Muljono, SpJP, FIHA, dr. M.Furqon, SpJP, dr. Shelly Laksmisari, SpPD, dan dr. Edwin N. Suak, SpRM.

Seluruh tahapan operasi berjalan lancar tanpa penyulit yang berlangsung selama lima jam. Setelah operasi selesai, pasien dipindahkan ke Ruang ICCU (Intensive Cardiac Care Unit) untuk diobservasi. Selama di Ruang ICCU, fase pemulihan cukup cepat dan kondisi pasien semakin stabil. Fase pemulihan berikutnya dilaksanakan di lantai delapan ruang perawatan Siloam Hospital Balikpapan. Setelah lima hari proses pemulihan, tepatnya hari ini (Jumat, 22/1) pasien sudah diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit dengan kondisi yang baik.

"Bedah jantung terbuka pertama di Balikpapan ini tentunya menjadi kebanggaan dan menjadi sejarah penting bagi Siloam Hospital Balikpapan yang terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat Kota Balikpapan, khususnya pelayanan bagi pasein dengan penyakit jantung. Kami harapkan kesuksesan operasi pertama ini akan kami teruskan untuk kasus-kasus operasi jantung berikutnya. Kami sampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat sehingga operasi ini boleh terlaksana dengan hasil yang baik," jelas Hospital Director Siloam Hospital Balikpapan dr. Danie Poluan, MKes.

Selama masa pandemi Covid-19, tindakan operasi, khususnya bedah jantung terbuka di Siloam Hospital Balikpapan tetap bisa dilakukan dengan aman dan tepat karena jaringan Rumah Sakit Siloam menjalankan protokol kesehatan bagi pasien, tenaga medis, dan seluruh pekerja untuk memastikan keamanan dan kesehatan bersama. 

Dengan memastikan protokol dan skrining kesehatan sebelum tindakan operasi dilakukan, masyarakat tidak perlu menunda atau merasa takut untuk menjalani operasi jantung karena kesehatan jantung adalah kondisi kesehatan yang harus segera ditangani secara cepat dan tepat. 

Dr. Danie Poluan, MKes menambahkan, Siloam Hospital Balikpapan tetap melayani dan menjawab kebutuhan masyarakat yang memerlukan tindakan operasi jantung, pelayanan konsultasi, penjadwalan bedah jantung, persiapan, rujukan serta tindakan lainnya. 

"Kami akan terus memastikan pasien bisa mendapatkan penanganan penyakit jantung secara optimal," katanya.

Komentar