Rabu, 17 Juni 2026 | 16:50
NEWS

Penyebar Hoaks Kasdim Gresik Meninggal Usai Divaksin Bertubuh Gempal dan Berjenggot Tebal

Penyebar Hoaks Kasdim Gresik Meninggal Usai Divaksin Bertubuh Gempal dan Berjenggot Tebal
Ilustrasi hoax (lensaindonesia.com)

ASKARA - Pelaku penyebar fitnah terhadap prajurit TNI yang meninggal setelah menerima vaksin Covid-19 akhirnya diringkus pihak kepolisian. Dia seorang pria warga Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Komandan Komando Distrik Militer 0817/Gresik, Letnan Kolonel Inf Taufik Ismail mengatakan, otak penyebar fitnah itu berinisial TS, usianya 41 tahun.

"Saat ini Polda Jatim dan Polres Gresik sudah mengamankan salah satu oknum, yang terlibat dalam kasus penyebaran berita hoax dan tersangka adalah asli orang Gresik dan berdomisili di Kabupaten Gresik," kata Letkol Taufik dalam keterangannya yang diterima Askara, Kamis (21/1).

Dalam penangkapan TS, Polres Gresik harus berkoordinasi dengan Lapas Kelas I Surabaya. Karena hasil pelacakan tim siber kepolisian mengarah kepada seorang narapidana di lapas tersebut.

TS mendapatkan foto Komandan Koramil Kebonmas, Mayor Kav Gatot Supriyono lalu mengeditnya dengan menambahkan kalimat yang menyebutkan, Mayor Gatot meninggal usai divaksin Sinovac.

Padahal, Mayor Gatot meninggal dunia tiga hari sebelum fitnah menyebar, beliau meninggal dunia bukan karena suntikan vaksin Sinovac. 

Danramil 0817/17 Kebomas tersebut menghembuskan napas terakhir di ruang perawatan RS Ibu Sina, Gresik. Almarhum meninggal dunia akibat terindikasi serangan jantung pada Jumat 14 Januari 2020.

Berdasar foto yang disiarkan Kodim Gresik, terlihat jelas tampang dari TS, otak penyebar fitnah terhadap prajurit TNI. TS memiliki postur tubuh gempal, berkulit cokelat dan berjenggot tebal.

Letkol Taufik menyatakan, bahwa pada saat ini program vaksin Covid-19 adalah program pemerintah yang harus dilakukan. Karena vaksin bertujuan mencegah penularan Covid-19 di Indonesia. 

"Saya sendiri adalah orang nomor dua yang disuntik vaksin di Provinsi Jawa Timur," jelasnya. 

Kini kondisinya dipastikan tidak mengalami gejala apapun. Justru dia merasa lebih baik, karenanya masyarakat diingatkan agar tidak takut terhadap imunisasi vaksin Covid-19. 

"Sampai saat ini kondisi saya tidak ada masalah dan baik-baik saja, oleh karena itu saya sampaikan lagi kepada masyarakat dan rekan media jangan takut," ujarnya. 

Tak lupa dia mengingatkan, pada masyarakat tidak menyampaikan berita hoaks terkait program vaksinasi yang digalang pemerintah tersebut. "Jangan menyebarkan berita yang hoax terkait vaksin karena kedatangan vaksin saat ini bagi rakyat Indonesia sangat bermanfaat," tandas Letkol Taufik.

Komentar