Kamis, 25 Februari 2021 | 11:21
NEWS

Tanda SOS di Pulau Laki Diduga dari Korban Sriwijaya Air, Ini Respons Basarnas

Tanda SOS di Pulau Laki Diduga dari Korban Sriwijaya Air, Ini Respons Basarnas
Tanda SOS di Pulau Laki (Dok Instagram)

ASKARA - Badan Sar Nasional (Basarnas) merespons informasi yang menyebutkan adanya sinyal pertolongan atau Save Our Soul (SOS) yang diduga korban pesawat Sriwijaya Air SJ182. 

Humas Basarnas, Yusuf Latif mengatakan, informasi yang tersebar di media sosial mengenai adanya aplikasi Google Earth, diduga mengarahkan ke Pulau Laki Kepulauan Seribu itu dipastikan tidak benar. 

"Enggak benar (informasi itu)," ujar Yusuf Latif kepada Askara saat dikonfirmasi, Rabu (20/1). 

Sebelumnya, Media sosial Instagram dikejutkan dengan tampilan Google Earth yang diarahkan ke Pulau Laki di Kepulauan Seribu. Tempat itu berdekatan dengan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 beberapa waktu lalu. 

Akun Instagram @manaberita mengaku mendapat direct message (DM) atau pesan langsung dari seorang netizen bernama @ditamarisaa, berisikan aplikasi pemetaan dan citra satelit itu. 

"Kak Dita memberi link di google earth yang menuju ke Pulau Laki yaitu Pulau terdekat dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182," kata akun Instagram tersebut, Selasa malam (19/1). 

Google Earth merupakan salah satu pemetaan citra satelit dengan resolusi hingga 15 meter per piksel. Aplikasi gratis itu dimanfaatkan setiap orang melihat data umum bumi dari udara, daratan, maupun lautan. 

Akun Instagram itu kemudian menelusuri sebuah link Google Earth yang diterimanya. Hasilnya menunjukan menyerupai sinyal meminta bantuan. 

"Saat admin cek. Sebelum pukul 22.00 WIB terdapat tulisan #tolonginkita dan sekarang berubah menjadi SOS (Save Our Soul atau Selamatkan Jiwa Kami)," jelasnya.

Alhasil netizen pun ramai-ramai melaporkan hal ini kepada akun media sosial Basarnas @sar_nasional meminta Tim Basarnas untuk mengecek lokasi di Pulau Laki.

"Jujur, admin kurang mengerti apakah tulisan seperti itu bisa diedit atau tidak. Saat admin cek 5 menit lalu terdapat tulisan SOS," ucapnya.

Adanya sinyal bantuan itu, diharapkan dapat menemukan keajaiban atas kehendak Tuhan terkait peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. 

"Tentu, ini seperti ada harapan, kita tak tau apakah akan ada mukjizat," harapnya. 

Pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (09/1) sore sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat jatuh di kawasan Kepulauan Seribu, antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, tepatnya pada koordinat 05°57’47.81’’ S–106°34’10.76’’ E. 

Pesawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi, dan 6 awak sebagai penumpang. 

Komentar