Kamis, 04 Juni 2026 | 05:39
NEWS

Jokowi Beri Perintah, Doni Monardo dan Tri Rismaharini Segera ke Sulbar

Jokowi Beri Perintah, Doni Monardo dan Tri Rismaharini Segera ke Sulbar
Kantor Gubernur Sulbar Roboh (Dok Istimewa)

ASKARA - Bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Mamuju, Sulawesi Barat mengakibatkan sejumlah bangunan rusak dan menelan korban jiwa. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun langsung memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo dan Menteri Sosial, Tri Rismaharini mendatangi lokasi bencana tersebut.

"Mendengar kabar terjadinya gempa di Mamuju Sulbar, Presiden memerintahkan Doni Monardo dan Mensos Risma berangkat ke Mamuju," kata Tenaga Ahli BNPB, Egy Massadiah dalam keterangannya, Jumat (15/1).

Dikatakannya, Doni bakal segera menuju Mamuju, Sulawesi Barat dan telah menyiapkan segala sesuatunya. Termasuk transportasi yang digunakannya. 

"Doni juga langsung menginstruksikan helikopter BNPB menuju lokasi bencana. Ada 4 helikopter BNPB dikerahkan," jelas Egy. 

Sebelum mendapat perintah Jokowi, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 itu sedang bersiap melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat bersama sejumlah anggota DPR RI dari Komisi 8.

Sejumlah dampak mulai teridentifkasi pascagempa 6,2 skala richter di wilayah Provinsi Sulawesi Barat. BPBD Kabupaten terus melaporkan perkembangan terkini dampak gempa pada Jumat (15/1), pukul 01.28 WIB. 

"Data per Jumat (15/1), pukul 06.00 WIB, BPBD Mamuju melaporkan korban meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, Jumat (15/1).

Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sedangkan kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat (RB). Jaringan listrik padam usai gempa. 

Sementara itu, BPBD Majene menginformasikan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju (akses jalan terputus). "Sebanyak 62 unit rumah rusak (data sementara), 1 unit Puskesmas (RB) dan 1 Kantor danramil Malunda (RB)," bebernya. 

Merespons kondisi ini, BPBD setempat melakukan penanganan darurat, seperti penanganan korban luka, evakuasi, pendataan dan pendirian pos pengungsian. 

Komentar