KRI Tjiptadi Bawa 2 Kantong Serpihan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182
ASKARA - Kapal perang (KRI) Tjiptadi membawa dua kantong, masing-masing serpihan pesawat dan properti milik korban Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauaan Seribu, Sabtu lalu (9/1).
KRI Tjiptadi dengan Komandan Letkol TNI (L) Ricki Intriadi merapat ke Posko JICT 2 Tanjung Priok, Kamis malam (14/1) tepat pukul 19.00 WIB.
Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Rasman menuturkan, dua kantong tersebut bakal dilakukan proses identifikasi oleh pihak terkait.
"Selaku SAR Mission Coordinator, kami menerima 2 kantong dari Komandan KRI Tjiptadi, selanjutnya kami serahkan kepada tim DVI dan tim KNKT untuk proses selanjutnya," kata Rasman.
Sebelumnya, Kapal Basarnas yakni KN SAR Karna yang dinakhodai Kapten Sear Tama Sinaga ke Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok sekitar pukul 16.30 WIB. Membawa 36 kantong jenazah dan 1 kantong serpihan pesawat Sriwijaya Air.
Kemudian pada pukul 17.20 WIB, Kapal Pelatuk dari Polairud yang dinakhodai Ipda Yasser membawa 10 kantong jenazah.
Serta ada pula Kapal Bakamla dan Kapal RIB-03 Basarnas merapat ke Dermaga JICT II Pelabuhan Tanjung Priok. Kapal Bakamla membawa 2 kantong sedangkan RIB-03 membawa 16 kantong.
Deputi Bidang Sarana Prasarana dan Sistem Komunikasi Basarnas, Marsda TNI Suparmono mengatakan, salah satu kapal yang dapat mempermudah pencarian CVR adalah KN SAR Wisnu.
Mengingat kapal itu dilengkapi peralatan underwater seperti Side Scan Sonar, Multibeam Echosounder, dan Remotely Operated Vehicle (ROV) bergeser menuju Last Know Position (LKP) atau area jatuhnya pesawat.
"Orientasi kapal ini untuk memperkuat dan mempercepat proses pencarian bersama-sama dengan KRI Rigel dan KR Baruna Jaya IV yang dilengkapi dengan peralatan yang sama," jelas Suparmono.
Seperti diberitakan, pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada, Sabtu (9/1) sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat jatuh di kawasan Kepulauan Seribu.
Pasawat bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut penumpang sebanyak 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak sebagai penumpang.

Komentar