Ribka Tjiptaning Tolak Disuntik Vaksin, Pilih Bayar Denda
ASKARA - Anggota Komisi IX dari Fraksi PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning saat rapat kerja dengan menteri kesehatan, kepala BPOM dan direktur PT Bio Farma beberapa waktu lalu menegaskan bahwa dirinya tak mau ikut dalam program vaksinasi gratis yang akan dilakukan pemerintah mulai Rabu besok (13/1).
"Saya tetap tidak mau divaksin. Mau vaskin yang umur 63 tahun ke atas, mau vaksin buat semua umur, saya tidak mau," katanya, Selasa (12/1).
Tak hanya itu, Ribka yang mengaku usianya sudah 63 tahun juga bersedia apabila dirinya bersama anak dan cucunya harus mendapat sanksi gara-gara menolak vaksin.
"Mendingan gua bayar. Jual mobil nggak apa-apa," tegasnya.
Selain itu, di hadapan Menkes Budi Gunadi Sadikin, Ribka juga menegaskan bahwa pemberian vaksi tidak boleh dipaksakan kepada masyarakat.
"Kalau dipaksakan pelanggaran HAM, nggak boleh," katanya.
Bahkan, Ribka juga menyatakan bahwa rencana vaksinasi gratis oleh pemerintah ini dinilainya tidak jelas. Sebab, menurutnya dari keempat vaksin yang dipesan, semuanya ada harganya.
"Harganya kan macam-macam. Buat orang miskin pasti dikasih yang paling murah," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dirinya akan menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 di Indonesia.
Menurutnya, hal tersebut untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat atas keamanan vaksin.
"Saya juga ingin tegaskan lagi, nanti saya yang akan menjadi penerima pertama, divaksin pertama kali. Hal ini untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin yang digunakan aman," jelas Presiden Jokowi. (industry)

Komentar