Selasa, 21 Juli 2026 | 18:16
COMMUNITY

Panen Ikan dan Jagung di Palas, Prof. Rokhmin Dahuri: PDIP Lampung Perkuat Kedaulatan Pangan dari Desa

Panen Ikan dan Jagung di Palas, Prof. Rokhmin Dahuri: PDIP Lampung Perkuat Kedaulatan Pangan dari Desa
Prof. Rokhmin Dahuri, memimpin panen ikan dan jagung bersama kelompok tani binaan DPD PDI Perjuangan Lampung, Jl(dok.rd institute)

ASKARA – Gemuruh semangat kedaulatan pangan menggema dari Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., turun langsung untuk memimpin panen ikan dan jagung bersama kelompok tani binaan DPD PDI Perjuangan Lampung, Jumat (29/5).

Tak sekadar panen, kegiatan ini menjadi konsolidasi besar PDI Perjuangan untuk sektor pangan. Hadir lengkap jajaran partai: Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Winarti, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Mukhlis Basri dan I Ketut Suwendra, serta para Ketua DPC PDI Perjuangan dari Lampung Selatan, Mesuji, Tulang Bawang, Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Lampung Utara. Fungsionaris DPD dan kader-kader lapangan turut membaur bersama petani dan pembudidaya ikan.

“Ini bukti kalau petani kita hebat. Kalau didukung teknologi, bibit unggul, pupuk, dan pasar yang jelas, Indonesia tidak perlu impor jagung lagi. Lampung Selatan bisa jadi lumbung pangan Sumatera,” tegas Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan.

Panen 6 Ton Ikan, Bukti Nyata Pembinaan

Di lokasi tambak binaan DPD PDIP Lampung, Prof. Rokhmin Dahuri bersama Winarti dan rombongan menebar jala. Hasilnya, sebanyak 6 ton ikan nila dan lele berhasil dipanen dari kolam kelompok tani pembudidaya ikan. Usai dari tambak, rombongan bergeser ke hamparan jagung yang menguning siap panen.

“Ikan 6 ton, jagung berlimpah. Ini bukan sulap. Ini hasil keringat petani dan pendampingan kader-kader PDI Perjuangan yang tidak pernah lelah turun ke bawah,” tegas Prof. Rokhmin dalam arahannya.

Anggota Komisi IV DPR RI itu mengingatkan seluruh kader PDI Perjuangan di Lampung agar menjadikan sawah, tambak, dan laut sebagai “kantor kedua”. “Kalau kita ingin menang, menangkan dulu perut rakyat. Dampingi petani, bela nelayan. Itu DNA-nya PDI Perjuangan,” ujarnya disambut tepuk tangan petani.

Prof. Rokhmin juga memberi apresiasi khusus kepada DPD, PKWT, dan kelompok tani atas semangat yang tidak padam. Menurutnya, kemandirian pangan harus dimulai dari desa binaan seperti Palas.

Solusi Atasi Krisis Pangan dan Iklim

Usai panen, acara dilanjutkan dengan pembagian 10 ton bibit padi MSP – Mari Sejahterakan Petani serta alat penetas telur kepada kepada 1.250 petani dari 17 kecamatan di Lampung Selatan. Bibit Padi MSP merupakan varietas unggul hasil riset yang diklaim tahan hama, hemat air, umur panen lebih pendek 95 hari, dan potensi hasil 9-11 ton per hektare. Sementara alat penetas diharapkan memicu tumbuhnya usaha pembibitan unggas skala rumah tangga.

“PDI Perjuangan tidak hanya bicara politik. Kami kerja nyata di sawah. Bibit MSP ini ikhtiar kita agar petani naik kelas, dari sekadar tanam untuk makan menjadi tanam untuk sejahtera,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu. Ia menyebut program ini sejalan dengan konsep “Revolusi Biru-Hijau” yang memadukan sektor kelautan dan pertanian demi kedaulatan pangan.

Bukti Dukungan Penuh untuk Swasembada Pangan

Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung, Winarti, menegaskan bahwa panen ini adalah wujud komitmen partai terhadap kedaulatan pangan nasional. “Panen ikan dan jagung di area binaan DPD PDI Perjuangan Lampung merupakan bentuk dukungan terhadap kedaulatan pangan di Indonesia. Jadi ini harus terus didukung dengan pembinaan dan pendampingan untuk petani dan nelayan,” kata Winarti.

Bupati Tulang Bawang periode 2017-2022 itu merinci, total ikan yang dipanen mencapai sekitar 6 ton. “Hasil ini akan masuk ke koperasi binaan agar harga di tingkat pembudidaya tetap bagus,” tambahnya.

Winarti menyebut kehadiran Prof. Rokhmin Dahuri menjadi suntikan moral bagi kader dan petani di Lampung. “Hadirnya Ketua DPP PDI Perjuangan Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri di kegiatan panen ikan dan jagung di Lampung Selatan menjadi bukti dukungan penuh untuk swasembada pangan di Provinsi Lampung dan Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan dialog antara Prof. Rokhmin dengan kelompok tani dan pembudidaya. Beberapa aspirasi yang mengemuka antara lain kebutuhan pakan ikan mandiri, stabilisasi harga jagung, dan normalisasi saluran irigasi. Prof. Rokhmin berjanji akan mengawal aspirasi tersebut di Komisi IV DPR RI.

“PDI Perjuangan tidak akan berhenti di panen seremonial. Kita kawal dari bibit, tanam, panen, sampai pasar. Itu namanya berjuang bersama rakyat,” pungkas Prof. Rokhmin.

Konsolidasi pangan di Palas ini sekaligus mempertegas posisi Lampung Selatan sebagai salah satu lumbung ikan, jagung, dan padi MSP binaan PDI Perjuangan di ujung selatan Sumatera.

 

Komentar