Tim DVI Terima 56 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ-182
ASKARA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Raden Said Sukanto, telah menerima 56 kantong jenazah diduga penumpang Sriwijaya Air SJ-182, Selasa (12/1).
"Kami telah menerima 56 kantong jenazah dan juga delapan kantong properti," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, Selasa (12/1).
Tim DVI juga terus mengumpulkan data antemortem dari keluarga penumpang, termasuk memeriksa body part untuk mencari data postmortem yang akan dicocokkan. Dengan data antemortem guna mengidentifikasi penumpang pesawat itu.
"Ini akan dilakukan kegiatan-kegiatan baik oleh rekan-rekan di antemortem maupun rekan-rekan yang ada di postmortem," jelas Rusdi.
Kemudian Tim DVI akan menindaklanjuti data tersebut dan apabila data-data telah lengkap, data antemortem maupun postmortemnya akan dilakukan tindakan lanjut.
"Tindakan rekonsiliasi ataupun pencocokan dari pada kedua data tersebut sehingga akan teridentifikasi korban-korban dari kecelakaan Sriwijaya," ungkapnya.
Sebelumnya, Tim DVI baru menerima 17 kantong jenazah berisi body part diduga penumpang Sriwijaya Air. Proses pencarian penumpang masih berlangsung, sehingga kemungkinan jumlah kantong jenazah yang dikirim akan terus bertambah.
Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, atau 11 nautical mile dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang-Banten, Sabtu (9/1).
Pesawat teregistrasi PK-CLC jenis Boeing 737-500 itu jatuh saat akan menanjak ke ketinggian 13.000 kaki dari permukaan laut. Sebelum lepas landas, sempat menunda keberangkatannya selama 30 menit karena cuaca hujan.

Komentar