Kotak Hitam Sriwijaya Air Terdeteksi di Kedalaman 20 Meter
ASKARA - Tim SAR Gabungan telah mendeteksi lokasi kotak hitam (black box) pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di sekitar area pencarian di perairan Kepulauan Seribu, Minggu (10/1) sore.
Kotak hitam tersebut terdeteksi setelah terbaca oleh alat pedeteksi kotak hitam yaitu ping locator milik Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Tim dibekali alat pendeteksi, alat KNKT kemudian berangkat ke titik penyelaman diduga lokasi kotak hitam,” kata Dantim Sar Taifib TNI AL, Lettu Marinir Sofi Rahmadani di atas KRI Teluk Gilimanuk, Minggu (10/1).
Sofi Rahmadani mengungkapkan, kotak hitam terdeteksi dengan alat yang bisa membaca frekuensi. Tim penyelam mulai mencari di sekitar tempat yang diduga lokasi terdeteksinya kotak hitam tersebut.
“Sekarang pencarian sudah dilakukan, difokuskan di sekitar KRI Rigel,” ujar Sofi. Lokasi kotak hitam berada di kedalaman sekitar 17-20 meter.
Tim penyelaman kemudian menurunkan 17 Personel Denjaka, 14 Personel Taifib, 23 personel Kopaska dengan perlengkapan dari searider, perahu karet, peralatan selam, alat komunikasi bawah air, GPS bawah air hingga kamera bawah air.
Berdasar KRI Teluk Gilimanuk-531, unsur TNI AL mulai melakukan persiapan peralatan-peralatan penyelaman pada sekitar pukul 06.00 WIB. TNI AL mempersiapkan perahu karet, tabung oksigen, dan Bouyancy Control Device (BCD).
Perahu-perahu karet milik TNI AL turun pada sekitar pukul 07.05 WIB. Selama pencarian, tim SAR Gabungan mendapatkan berbagai bagian pesawat, pakaian, dan potongan tubuh yang diduga berasal dari penumpang pesawat Sriwijaya Air.
Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit. Pesawat mengangkut 62 orang yang terdiri dari 6 kru, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.

Komentar