Yuk Kita Ke Belanda (Bag. 19)
Maestro Masa Keemasan Belanda
Artikel ini saya persembahkan untuk saudara Bambang Sugeng. Ik heb een hobby van schilderen = Saya memiliki hobi melukis.
Penghargaan di bidang seni dan jiwa seni penduduk Belanda sepertinya tidak pernah menyusut sejak berabad-abad silam. Hingga kini penduduk Belanda sangat menghargai karya-karya seni sang maestro yang pernah dimilikinya. Hal ini terlihat dari banyaknya museum dan galeri seni yang tersebar di seluruh penjuru negeri kincir angin ini.
Belanda walaupun negara kecil namun menjadi negara yang memiliki kepadatan museum tertinggi di dunia. Negara yang sedemikian kecilnya saja memiliki lebih dari 1.250 museum. Kota Amsterdam dan sekitarnya saja memiliki lebih dari lima puluh museum. Di antara museum yang paling terkenal adalah Rijksmuseum dan Van Gogh Museum di Amsterdam.
Kehidupan budaya Belanda telah mendapatkan reputasi internasional sejak abad yang sering disebut sebagai sebagai The Golden Age atau masa keemasan Belanda. Tokoh terkenal dari Zaman Keemasan itu di antaranya adalah seniman Vincent Willem van Gogh, Rembrandt van Rijn Harmensz, dan Johannes Vermeer.
Vincent Willem van Gogh (30 Maret 1853 – 29 Juli 1890) adalah pelukis zaman pasca-impresionis Belanda. Van Gogh dianggap sebagai salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni Eropa. Karyanya memecahkan rekor lukisan termahal di dunia. Sayang ia tidak menikmati sepeser pun hasil keringatnya.
Walaupun ia telah menghasilkan lebih dari 400 karya seni, tetapi kenyataannya semasa hidupnya hanya satu saja hasil lukisannya yang terjual. Bahkan 13 tahun setelah ia meninggal lukisan van Gogh hanya dinilai 5 cent saja per lukisan di pasar loak Breda.
Van Gogh adalah putera sulung dari enam bersaudara. Ia adalah putera pendeta protestan di Groot Zundert. Ia memiliki pengetahuan luas. Selain bahasa Belanda ia juga menguasai bahasa Perancis, Inggris, dan Jerman. Ini bisa dilihat dari 700 surat-surat yang dikirimkannya pada saudaranya, Theo, yang menjadi manajernya.
Surat-surat itu kemudian diterbitkan sebagai catatan kehidupan Van Gogh pada 1911. Van Gogh juga pernah sekolah Teologi di Belgia. Namun meskipun memiliki kemampuan berkhotbah dengan baik, tetapi ia memilih untuk melayani para pekerja tambang miskin di tempat itu.
Dalam kondisi serba miskin keinginan untuk melukis mulai tumbuh lagi dalam dirinya. Sekitar tahun 1880, ia memutuskan meninggalkan pekerjaannya sebagai penginjil dan mengabdikan diri sepenuhnya hanya untuk melukis.
Ia membuat sebuah karya yang sesuai dengan kemanusiaannya, The Potato Eaters (1885). Lukisan ini terlihat gelap dan muram, mengungkapkan kesedihan dan kemiskinan para petani dalam lukisannya. Pada tahun yang sama, ia mendaftar di akademi seni di Antwerpen, Belgia. Namun ia pergi pada hari ke dua setelah dosennya menyatakan bahwa ia kurang berbakat karena sapuan kuasnya terlalu berat.
Van Gogh lalu pindah ke Paris dan mulai berhubungan dekat dengan beberapa pelukis seperti Paul Gauguin. Lalu terjadi perbedaaan pandangan antara van Gogh dan Paul Gauguin yang membuat ia jadi emosi sehingga ia menyerang Gauguin dengan pisau cukur. Menyesal dengan tindakannya Van Gogh menyayat telinga kirinya hingga putus. Ia menderita depresi berat sehingga harus masuk ke rumah sakit jiwa.
Di rumah sakit itulah ia menghasilkan sebuah karya monumental, De Sterrennacht - Malam Penuh Bintang. Ironis, karena di saat ia mengalami gangguan mental dan berada di rumah sakit jiwa, karyanya justru diterima di komunitas seni Eropa. De sterrennacht menjadi salah satu dari enam karyanya yang diikutkan dalam pameran lukisan di Salon des Indépendants. Karena depresi dan gangguan mental itu juga akhirnya ia bunuh diri dengan menembakan pistol ke dadanya.
Sekarang ini, lukisan van Gogh termasuk dalam 20 lukisan termahal di dunia. Contohnya lukisan Portrait of the Artist without Beard (1889) telah terjual pada tahun 1998 dengan harga USD 79 juta. Sementara itu, lukisan Portrait of Dr. Gachet (1890) terjual dengan harga USD 82.5 juta. hartelijk bedankt = terima kasih. Tot ziens = sampai jumpa.
https://www.youtube.com/user/atVanGoghMuseum?hl=nl&gl=NL
strong>Mang Ucup
Menetap di Amsterdam, Belanda< p>

Komentar