Minggu, 07 Juni 2026 | 13:36
NEWS

Jokowi Angkat Sandiaga Jadi Menteri, Fahri Hamzah Kecewa dengan Prabowo

Jokowi Angkat Sandiaga Jadi Menteri, Fahri Hamzah Kecewa dengan Prabowo
Fahri Hamzah (Askara)

ASKARA - Penunjukan Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) pada sisa periode pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mendapat perhatian dari Inisiator Partai Gelora, Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah menyebut, diangkatnya Sandiaga ke dalam kabinet Indonesia Maju membawa pesan untuk memulihkan hubungan antara kelompok yang berselisih pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Selamat bekerja pak @sandiuno - pesan terkuat pada beliau adalah menjadi kekuatan rekonsiliatif. Memang beliau bukan pejabat di bidang polkam, tapi beliau membawa beban politik Pilpres 2019," katanya dalam akun Instagram miliknya, Kamis (24/12).

Fahri berharap, Sandiaga tidak hanya menumbuhkan dan mengembangkan ragam dalam bidang pariwisata. Melainkan dapat mempersatukan masyarakat yang sempat renggang akibat kontestasi politik. 

"Jadilah bukan sekedar membangun pariwisata tapi membangun silaturahim antar anak bangsa," ucap politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. 

Dalam hal ini, dia termasuk yang mendukung Presiden Jokowi menggunakan hak prerogatifnya mengangkat mantan lawan politiknya masuk kabinet demi rekonsiliasi. 

"Kita perlu persatuan melawan krisis ini. Tapi saya kecewa karena perseteruan tak dihentikan. Saya juga kecewa atas hilangnya inisiatif," imbuh Fahri. 

Kekecewaan pertama yang ia titipkan kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, karena tidak nampak menggunakan celah yang ada untuk mendamaikan keadaan. 

"Padahal, beliau (Prabowo) adalah jantung kekuatan oposisi. Harusnya sebagai pejabat polkam beliau bisa mengajak pemerintah merangkul oposisi bukan memusuhinya," ucap Fahri. 

Fahri pun menyinggung ketika seorang militer aktif secara overaktif berkali-kali ikut campur dalam politik keamanan sipil. Namun Prabowo justru hanya diam. 

"Seharusnya beliau mendampingi presiden untuk menjelaskan bahwa dalam demokrasi kita sekarang militer harus berada di belakang. Pak Menhan ada apa?," tanya Fahri keheranan. 

Setahun periode kedua pemerintahan Jokowi ini adalah masa belajar. Tentu banyak yang bertanya, apakah tahun 2021 akan terus bertengkar dan saling merusak? Ataukah tiba masa kelembutan hati untuk saling memaafkan.

"Kita titip ini kepada Prabowo dan Sandiaga Uno yang telah memilih berada di dalam. Kita sebagai rakyat melihat, orang-orang di dalam bui, dikejar," keluhnya. 

"Dipersekusi dan dicari kesalahannya dengan perasaan bahwa lambat laun kita semua seolah harus memilih akan menjadi bagian dalam pertarungan perang saudara. Bisakah ini kita akhiri?" tambahnya. 

Fahri mendesak Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menparekraf Sandiaga Uno mengajak Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengakhiri semua ketegangan ini. 

"Mari mulai lagi rekonsiliasi. Kalian berempat sudah satu perahu. Kami dukung persatuan dan kolaborasi. Ayolah. Bismillah!" tandasnya. 

Komentar