Minggu, 07 Juni 2026 | 13:36
NEWS

Wajah Baru Kabinet Jokowi Harus Jawab Tantangan Persoalan Pandemi

Wajah Baru Kabinet Jokowi Harus Jawab Tantangan Persoalan Pandemi
Ilustrasi. (Shutterstock)

ASKARA - Politikus PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menyatakan, keputusan Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle kabinet di tengah pandemi cukup berani. Tentu itu akan mempengaruhi kebijakan dalam mengatasi wabah Covid-19. 

Maka itu, enam menteri baru di Kabinet Indonesia Maju harus dapat menjawab tantangan sehingga ekonomi Indonesia bisa kembali pulih dan kondisi sosial semakin baik. 

"Saya melihat ini berani tapi jangan jadi spekulasi terjadi kemacetan pemerintahan ke depan. Semoga bisa menjadi akselerasi program pemerintah," kata Andreas dalam diskusi virtual bertajuk "Sim Salabim, Ganti Menteri di Tengah Pandemi," Rabu (23/12).

Sinyal perombakan kabinet sudah ditunjukkan sejak Juli atau Agustus lalu. Semua orang melihat perlu dilakukan reshuffle, terutama ketika Presiden Jokowi menyinggung soal penyerapan anggaran yang minim. 

Poin kedua adalah berkaitan dengan percepatan mengatasi masalah. Baik di bidang kesehatan, sosial dan ekonomi serta menyangkut bantuan sosial Covid-19. 

"Tiga hal itu cord kerja daripada kabinet pemerintah Jokowi di tengah pandemi. Orang sudah menduga ini terjadi mengejutkan hal menyangkut penyerapan dan pemanfaatan anggaran," kata Andreas. 

Terbukti timbul kasus korupsi dana bantuan sosial yang menyeret nama Juliari P. Batubara selaku menteri sosial. Sebagian sudah menduga ada ruang terjadi korupsi dan konsekuensinya adalah reshuffle kabinet. 

"Kalau saya perhatikan kabinet ke depan ini dengan perbaikan atau resuffle seharusnya memberikan jawaban terhadap tantangan yang kita hadapi saat ini," jelas Andreas. 

Selain itu, membantu dalam pemulihan ke depan bisa dilakukan secara akseleratif sehingga kembali berjalan normal. 

"Kalau bisa kita leading dalam proses pembangunan ke depan," kata ketua DPP PDIP periode 2014-2019 itu. 

Harapannya melalui reshuffle menjadi suatu hal untuk mempercepat berbagai problem yang sedang dihadapi di tengah bencana non alam Covid-19. 

"Proyeksinya kita terhadap pemerintah ke depan ini bisa menjawab tantangan utama, mengatasi persoalan pandemi dan pemulihan di bidang sosial ekonomi," tandas Andreas. 

Presiden Jokowi menunjuk enam nama baru dalam reshuffle kabinet yakni politikus Partai Gerindra Sandiaga Uno, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Menteri Perdagangan era Presiden SBY Muhammad Luthfi, dan Ketua GP Anshor Yaqut Cholil Qoumas. Kemudian ada Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin.

Komentar