Minggu, 07 Juni 2026 | 13:36
NEWS

Menterinya Bankir, Dikhawatirkan Kesehatan di Indonesia Kehilangan Idealisme

Menterinya Bankir, Dikhawatirkan Kesehatan di Indonesia Kehilangan Idealisme
Anggota Komisi IX DPR Lucy Kurniasari. (Tribunnews/Surya)

ASKARA - Teka teki reshuffle kabinet terjawab sudah setelah diumumkan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada Selasa (22/12).

Sejumlah menteri dicopot dan dikeluarkan dari Kabinet Indonesia Maju. Ada anggota yang cuma digeser posisinya. Namun, perombakan kabinet yang menjadi hak prerogatif presiden ini mengagetkan banyak pihak termasuk pengamat, ekonom, pakar ilmu pemerintahan dan juga politisi.

Bukan disebabkan dicopotnya Mayjen TNI Dr. Terawan Agus Putranto dari kursi menteri kesehatan tetapi posisi tersebut dipercayakan kepada Budi Gunadi Sadikin yang bukan berlatar belakang dokter atau orang yang berkarir pada masalah medis.

Langkah yang dilakukan Presiden Jokowi itu sangat di luar dugaan karena selama ini posisi tersebut selalu dipercayakan kepada dokter atau orang yang menggeluti masalah medis. Dan, itu sudah terjadi sejak awal negara ini terbentuk.

Bahkan enam kabinet pimpinan Presiden Soeharto, posisi menteri kesehatan tidak lepas dari tokoh yang berlatar belakang dokter. Demikian pula pada era pemerintahan BJ Habibie, KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur, Megawati Soekarnoputri maupun Susilo Bambang Yudhoyono. Malah sebelum posisi Terawan diganti dengan Budi Gunadi Sadikin jabatan menteri kesehatan selalu berlatar belakang dokter.

Pergantian menteri kesehatan memang mengagetkan. Selain karena kompetensi Terawan memang tidak perlu diragukan, dia juga pekerja yang berintegritas. Bahkan Terawan itu pelayan rakyat yang tulus dan ikhlas. Pengabdiannya pada pertiwi tidak perlu diragukan lagi.

"Pak Terawan itu bekerja dengan hati tanpa menghiraukan hingar bingar publikasi melalui media. Ia sungguh-sungguh sosok yang bekerja dalam keheningan," kata politisi senior Partai Demokrat di Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari, Rabu (23/12).

Rupanya, ungkap wakil rakyat dari Dapil I Jawa Timur tersebut, sosok demikian tidak mendapat tempat. Justru ditenggelamkan oleh sosok yang sedikit bekerja dan berkarya tapi hebat dalam pencitraan.

Kekagetan Lucy Kurniasari semakin bertambah setelah diketahui pengganti Terawan bukan berlatar belakang kesehatan. Ini tentu ironis, sebagai kementerian teknis nantinya dipimpin oleh sosok yang tidak memiliki pengetahuan teknis kesehatan.

Karena itu, sungguh sangat disayangkan digantinya Terawan sebagai menteri kesehatan. Ini menjadi sejarah, selama Kementerian Kesehatan berdiri baru kali ini dipimpin sosok yang bukan berlatar belakang kesehatan.

"Saya khawatir, dengan latar belakang bankir, kesehatan di Indonesia akan kehilangan idealisme. Komersialisasi di bidang kesehatan semakin tidak terkendali. Semoga ini hanya sebatas kekhawatirannya saya saja," jelas ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya itu.

Kecewa memang, lanjut Lucy Kurniasari yang merupakan Ning Suroboyo 1986, tetapi soal reshuffle kabinet sepenuhnya hak prerogatif presiden. 

"Tugas kami sebagai anggota DPR dan menjadi wakil rakyat untuk mengawasi kerja menteri," demikian Lucy Kurniasari. (beritalima)

Komentar