Kamis, 18 Juni 2026 | 02:26
NEWS

Gibran Diduga Terseret Korupsi Bansos, PDIP Masih Diam, Ruhut Sitompul Bersuara

Gibran Diduga Terseret Korupsi Bansos, PDIP Masih Diam, Ruhut Sitompul Bersuara
Gibran Rakabuming (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Solo)

ASKARA - Nama putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka mendadak viral beberapa hari belakangan. Gibran yang baru saja meraih suara terbanyak dalam Pilkada Solo itu disebut-sebut terlibat dalam skandal korupsi bantuan sosial (bansos). 

Bahkan, nama Gibran menjadi trending topic di media sosial dalam beberapa hari terakhir. 

Sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari PDI Perjuangan, partai tembat Gibran bernaung. 

Politisi PDI Perjuangan yang kerap bersuara lantang di media sosial, Ruhut Sitompul menuliskan komentar terkait belum bersuaranya PDI Perjuangan. 

"Banteng tiarap ? diam itu emas bukan berarti tiarap krn menghormati proses Hukum kasus Korupsi Depsos," kicau Ruhut, Senin (21/12). 

"Kita mendukung Tugas KPK utk Mencegah dan Memberantas Korupsi paten MERDEKA," tambahnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Menteri Sosial non-aktif, Juliari Peter Batubara sebagai tersangka penerima suap ksus dugaan korupsi program bantuan sosial (bansos) Covid-19. Juliari diduga menerima suap sebesar Rp 17 miliar.

Adalah Majalah TEMPO Edisi 21-27 Desember 2020 dengan cover judul "Korupsi Bansos Kubu Banteng" menyoroti sepak terjang elite PDI Perjuangan dalam dugaan korupsi bansos.

Dalam sebuah judul di Majalah TEMPO, “Otak-Atik Paket Bansos dan Jatah untuk Pejabat Negara” ditemukan adanya peran putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dalam pengadaan goodie bag yang diproduksi PT Sritex.

Nama Sritex disebut merupakan rekomendasi Gibran. Hanya saja penyebutan untuk Gibran disamarkan oleh sumber itu dengan kode “Anak Pak Lurah”. 

Oleh TEMPO, kode “Pak Lurah” disebut mengacu ke Jokowi.

 

Komentar