Senin, 06 Mei 2024 | 11:28
NEWS

WNI di Rusia Terima Hassan Wirajuda Pelindungan Award Tahun 2020

WNI di Rusia Terima Hassan Wirajuda Pelindungan Award Tahun 2020

ASKARA - Dua orang WNI di Rusia menerima Hassan Wirajuda Pelindungan Award (HWPA) Tahun 2020 dari Kementerian Luar Negeri RI atas kiprah dan kontribusinya dalam membantu melindungi WNI di luar negeri. Keduanya adalah Yulia Purnaning Dyah dan Andri Noviansyah.

Penganugeraan HWPA Award 2020 dilakukan dalam suatu acara yang digelar secara langsung di Kemenlu di Jakarta dan diikuti secara virtual oleh para tamu undangan dan peserta lainnya, termasuk KBRI Moskow pada Jumat (18/12).

Acara dibuka dengan sambutan dari Andy Rachmianto selaku Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri RI yang juga Ketua Dewan Juri HWPA Tahun 2020, Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, dan N. Hassan Wirajuda selaku Ketua Dewan Pengarah HWPA.

Duta Besar (designate) RI untuk Rusia merangkap Belarus Jose Tavares, dan pejabat KBRI Moskow lainnya turut hadir menyaksikan acara penanugerahan secara virtual di KBRI Moskow.

Dubes Jose Tavares menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Yulia dan Andri atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, tidak mudah memperoleh penghargaan tersebut karena melalui proses dan penilaian yang sangat ketat dari Dewan Juri HWPA. Kontribusi Yulia dan Andri dalam membantu menangani WNI di luar negeri sangat diapresiasi oleh pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemenlu.

Yulia Purnaning Dyah mendapatkan penghargaan HWPA untuk Katagori Mitra Kerja Perwakilan RI. Yulia adalah seorang diaspora Indonesia yang tinggal di St. Petersburg yang kesehariannya sebagai dosen pada Linguistic Vyatka State University Kirov dari tahun 2013. Sebagai diaspora Indonesia di Rusia, Yulia menaruh perhatian besar terhadap para pekerja migran Indonesia (PMI) di Rusia, khususnya yang bermasalah dengan perusahaan atau majikan tempat PMI bekerja.

Yulia membantu KBRI Moskow dalam penyelesaikan masalah yang dialami PMI seperti terkait kontrak kerja, izin tinggal, visa, dan gaji. Yulia juga melalui media sosialnya memberikan penjelasan dan pemahaman mengenai bagaimana bekerja di Rusia dan pembuatan kontrak kerja di Rusia sehingga diharapkan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh PMI.

Sementara Andri Noviansyah dianugerahi HWPA untuk Katagori Staf Perwakilan RI. Andri adalah Sekretaris Dua KBRI Moskow. Penghargaan diberikan atas kontribusinya dalam pelindungan WNI pada saat bertugas sebagai Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler di KBRI Damaskus, Suriah, pada Agustus 2018 hingga Agustus 2020. Dari Damaskus, Andri melanjutkan tugas kedinasannya di KBRI Moskow sejak September 2020.

Selama bertugas di KBRI Damaskus, Andri bersama tim KBRI Damaskus menangani berbagai macam isu pelindungan WNI di Suriah, terutama para pekerja migran dan pelajar Indonesia. Beberapa tantangan yang dihadapi dalam penanganan pelindungan WNI di Suriah, antara lain konflik politik dan keamanan, sanksi ekonomi, dan pandemi Covid-19.

"Salah satu tugas terberat adalah penyelesaian masalah PMI yang keberdaannya tidak diketahui selama bertahun-tahun, penyelesaian masalah PMI yang tinggal pada wilayah masih berkonflik, dan repatriasi WNI/PMI di saat pandemi Covid-19," kata Andri mengenang saat bertugas di KBRI Damaskus.

Penganugerahan tahun ini adalah yang ke enam kali diselenggarakan Kemenlu. Dewan juri menetapkan 22 orang sebagai peraih HWPA 2020 yang terbagi dalam delapan katagori, antara lain kepala perwakilan RI, staf perwakilan RI, dan mitra kerja perwakilan RI.

Komentar