Antre 1 Jam di Bandara, Hotman Paris: Kasihan Ini Rakyat
ASKARA - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyesalkan lambannya pelayanan pemeriksaan surat bebas Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta sehingga terjadi antrean penumpang yang cukup panjang.
Kekesalan itu diluapkan Hotman Paris yang ditujukan kepada kinerja petugas Bandara Soetta. Dia mengkritik antrean panjang validasi formulir swab test lantaran petugas tidak sigap.
"Antre stempel surat swab di Soekarno Hatta," tulisnya di akun Instagram @hotmanparisofficial, Kamis (17/12).
Hotman Paris juga mengunggah dua video pendek terkait antrean penumpang.
Pengacara yang dijuluki Raja Pailit itu keheranan terhadap petugas bandara yang tidak menyiapkan skema dalam melakukan layanan. Situasi itu dikhawatirkan menambah situasi penanganan Covid-19 memburuk.
"Halo pimpinan bandara, satu jam hanya untuk stempel. Kantor kesehatan pelabuhan di mana kau masih tidur, ya? Ini antrean begini nih kasihan negara ini kalau begini. Udah bayar 1,5 juta rapid test disuruh antre nih. Ini jam 5 (pagi) sekarang, kasihan ibu ini," tutur Hotman Paris.
Dia semakin geram karena sudah terlalu lama antre hanya untuk menyerahkan surat keterangan bebas Covid-19.
"Lihat nih udah antre beratus ratus meter nih. Kasihan ini rakyat. Pimpinannya masih tidur kali ah, masih olah raga sekarang, sementara kita menderita di sini," sesal Hotman Paris.
Maka itu, dia meminta pelayanan di Bandara Soetta ditingkatkan. Salah satunya, dengan menambah jumlah petugas pemeriksaan.
Akibat antrean kian mengular, Hotman Paris mengusulkan petugas bandara dapat ditambah. Bila perlu uangnya bisa membayar petugas tambahan tersebut.
"Pimpinan bandara, halo, kok susah amat sih hanya kerja begini saja. Halo pimpinan bandara lu masih tidur ya, kurang nih petugasnya nih udah panjang nih, sudah 200 meter, salam Hotman Paris," katanya.
"Tambah petugasnya aja kenapa sih. Apa perlu saya yang bayarin," tandas Hotman Paris.
Sebelumnya, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan, wisatawan yang naik pesawat ke Bali wajib melakukan tes PCR pada H-2 sebelum keberangkatan.
Sedangkan, wisatawan yang melakukan perjalanan darat ke Bali wajib melakukan rapid test antigen pada H-2. Hal itu sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru.
Luhut meminta protokol kesehatan di Bali diperketat, terutama di tempat peristirahatan (rest area), hotel, dan tempat wisata.

Komentar