Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:40
NEWS

Sangat Disayangkan, Penjelasan Jokowi Soal Tewasnya 6 Laskar FPI Tak Sesuai Harapan

Sangat Disayangkan, Penjelasan Jokowi Soal Tewasnya 6 Laskar FPI Tak Sesuai Harapan
Presiden Jokowi Soal Laskar FPI Dok (Biro Pers Setpres)

ASKARA - Pengamat politik Hersubeno Arief menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi tewasnya 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh polisi di Jalan Tol Cikampek. 

Padahal peristiwa tersebut dinilainya merupakan persoalan serius yang harus disikapi Kepala Negara. Terlepas dari kontroversi adanya baku tembak atau ditembak.

Bahkan Jokowi baru menanggapi peristiwa berdarah itu hampir satu pekan setelah insiden tersebut. Tentu masyarakat mengharapkan Presiden dapat merespons lebih cepat.   
"Saya mengkritik kenapa beliau (Jokowi) menyampaikannya secara sambil lalu. Ini diambil kesan bahwa soal serius tapi pak Jokowi menanggapinya secara sambil lalu," kata Hersubeno di YouTube Jaya Suprana Show, Selasa (15/12).

Mengapa demikian? Karena Jokowi sedang bersepeda pagi di Istana Bogor, Minggu (13/12) kemudian diadang wartawan untuk wawancara. Terlebih penyataan yang disampaikannya dinilai jauh dari harapan publik. 

"Beliau memberikan penjelasan yang tidak memenuhi harapan publik," tutur wartawan Istana Kepresidenan era Presiden Indonesia kedua Soeharto itu. 

Berbeda halnya ketika video pembukaan Asian Games 2018, menunjukkan Jokowi datang dengan cara yang tak biasa. Dibanding naik mobil, dia memilih naik motor dengan memakai setelan hitam.

"Saya jadi teringat video ini pada saat pak Jokowi waktu itu membuka Asian Games. Pada waktu beliau naik sepeda motor besar. Saya setuju," imbuhnya. 

"Luar biasa waktu Asian Games karena event-nya olahraganya dan ingin lebih banyak mencitrakan orang yang dekat dengan milenial," tambah Hersubeno. 

Sementara ketika ada 6 orang yang meninggal dunia dalam peristiwa di Jalan Tol Jakarta-Cikampek kilometer 50. Namun sikap yang ditunjukkan Jokowi itu dianggap kurang tepat.  

"Soal-soal yang seperti itu, menurut saya Istana komunikasinya kepada publik jadi kontra produktif. Saya mengkritik ini konsultan komunikasi politiknya siapa. Ada soal serius kok beliau menanggapinya sambil lalu," kritiknya. 

Ssbelumnya, Presiden Jokowi menanggapi peristiwa yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir ini, yaitu tewasnya 4 orang warga Sigi dan 6 orang anggota Front Pembela Islam (FPI). Hal itu disampaikan usai berolahraga sepeda di Istana Kepresidenan Bogor.

Dia menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara hukum. Karena hukum harus dipatuhi dan ditegakkan untuk melindungi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. 

"Saya tegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Hukum harus dipatuhi dan ditegakkan untuk melindungi kepentingan masyarakat, melindungi kepentingan bangsa dan negara," tegas Jokowi, Minggu (13/12). 

"Sudah merupakan kewajiban aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum secara tegas dan adil. Aparat hukum dilindungi oleh hukum dalam menjalankan tugasnya," sambungnya.

 

Komentar