Apresiasi Pelaksanaan Pilkada, Tito Karnavian Ingatkan Hal Penting Ini
ASKARA - Pilkada Serentak di 309 daerah, melibatkan sekitar 100 juta pemilih di seluruh Indonesia berlangsung relatif aman, baik dari gangguan konvensional ataupun penularan Covid-19.
Pemerintah mengapresiasi kerja keras semua pihak yang telah membantu menyukseskan pelaksanaan Pilkada 2020, dengan perencanaan dan persiapan yang matang.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengatakan, kepatuhan penerapan protokol kesehatan pada saat pemungutan suara relatif cukup baik berkisar 89-96 persen.
Adapun, perbandingan data lonjakan penyebaran Covid-19 di daerah pilkada dan non-pilkada tidak jauh berbeda. Bahkan, daerah yang pilkada terjadi perubahan zonasi, yang awalnya merah menjadi oranye.
”Artinya pilkada ada atau tidak ada pilkada bukan menjadi faktor utama untuk peningkatan penularan Covid-19 tetapi kepatuhan protokol," kata Tito Karnavian dalam keterangannya, Selasa (15/12).
Penyelenggara pilkada membuat terobosan-terobosan baru, seperti pelaksanaan pemungutan suara dengan pengaturan jam kedatangan lewat undangan pemilih.
“Memberikan apresiasi kepada jajaran KPU yang telah membuat terobosan baru ini karena dengan diatur jam seperti gaya rumah sakit, dokter, ada appointment itu membuat kerumunan tidak terjadi," tutur Tito.
Meski ada catatan di Sumba Timur kemudian di Luwu Utara diduga masih terjadi kerumunan. Bawaslu diminta bisa melakukan langkah tindakan ataupun Polri melakukan teguran ataukah tindakan-tindakan yang diperlukan.
"Kalau saya tidak salah itu juga masih ada kerumunan. Harus ada ketegasan,” ucapnya.
Namun, Tito tetap mengingatkan agar tahapan-tahapan penting selanjutnya semua pihak tetap waspada.
“Kita masih ada tahapan-tahapan penting. Sekarang masih rekapitulasi, kemudian nanti ada penetapan pasangan calon. Mungkin ada sengketa dan setelah itu nanti ada pelantikan, masih ada tahapan-tahapan kritis mohon dukungan dan bantuan dari semua pihak," pungkasnya.

Komentar