Senin, 08 Juni 2026 | 09:48
OPINI

Yuk Kita Ke Belanda (Bag. 9)

Penduduk Belanda Yang Bahagia

Penduduk Belanda Yang Bahagia
Ilustrasi Bahagia

Artikel ini dipersembahkan untuk Saudari Titing Sumiarti. Ik voel me erg blij = Saya merasa sangat senang.< p>

Berdasarkan laporan dari The World Happiness Report yang dibuat PBB, Belanda termasuk urutan keempat sebagai negara paling bahagia di dunia ini. Hal utama yang memicu tingginya tingkat kebahagiaan di Belanda adalah karena pemerintah Belanda selalu berusaha keras untuk membantu masyarakatnya dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka. Kita pasti bertanya-tanya, “Bagaimana mungkin negara yang begitu kecil yang bahkan harus mengeringkan lautan untuk tetap hidup, bisa menjadi salah satu dari negara paling bahagia di dunia?”

Pemerintah Belanda berusaha agar semua warga bisa mendapatkan kesempatan dan fasilitas sama. Hal ini tertuang di dalam konstitusi Belanda yang pertama pada tahun 1798. Tidak hanya bagi penduduk asli Belanda saja, tetapi juga para pendatang juga. Bahkan pada tahun 1970, dikukuhkan lagi, bahwa hak kebersamaan ini juga berlaku bagi mereka yang cacat. Walaupun secara jasmaniah mereka cacat, pemerintah Belanda diwajibkan menyediakan lapangan kerja khusus bagi mereka.

Pemerintah mendirikan satu perusahaan SWA yang 90 persen dari karyawannya adalah orang cacat. Mengingat mereka orang cacat sukar naik kendaraan umum, setiap hari mereka dijemput oleh taksi dan semua biayanya ditanggung oleh pemerintah. Setiap penduduk Belanda diwajibkan memiliki asuransi kesehatan sehingga mereka tidak perlu pusing memikirkan biaya ke dokter, membeli obat-obatan, maupun berobat ke rumah sakit.

Asuransi kesehatan mereka memiliki fasilitas yang sama, baik asuransi kesehatan milik penduduk yang berpenghasilan Euro 100.000 atau hanya Euro 1.000. Jadi penduduk kaya ataupun miskin mendapatkan pelayangan medis yang sama. Sedangkan bagi mere ereka yang tidak mampu membayar asuransi kesehatan, biaya asuransinya akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Semua rumah sakit di Belanda tidak dibolehkan menolak pasien yang datang, baik karena alasan apapun. Apabila penghasilan penduduk masih berada di bawah biaya hidup standard minimum di Belanda, maka ia akan mendapatkan bantuan. Adapun biaya hidup minimum di Belanda adalah Euro 1,390 per orang atau hampir setara Rp 23 juta (kurs Euro 1 = Rp 16.500). Sedangkan bantuan yang diberikan pemerintah adalah bantuan bayar sewa rumah, laptop gratis untuk anak, mesin cuci, kulkas, gas untuk memasak, tas sekolah, dan biaya transportasi ke sekolah. Bahkan biaya untuk menyalurkan hobi seperti berenang atau menonton di bioskop pun bisa dibayari oleh pemerintah bila penghasilannya lebih rendah dari biaya minimum standard hidup orang Belanda.

Pada tanggal 20 November 2013, Walikota Rotterdam memberikan bantuan sebesar Euro 1.000.000 pada warganya yang tidak bisa melunasi tagihan utang-utang mereka.Regulasi ketenagakerjaan Belanda juga amat protektif terhadap tenaga kerja. Jam kerja rata-rata 8 jam yang dimulai jam 9 pagi. Upah minimumnya adalah 1.680 Euro (28 juta rupiah). Gaji tukang sapu di Belanda (delapan jam kerja) saja minimum Euro 80 atau hampir Rp 1,3 juta per hari. Izin cuti diberikan 20-25 hari setahun dan perusahaan diwajibkan memberikan tunjangan cuti sebesar satu bulan gaji pada karyawannya yang akan berlibur.

Baru-baru ini Belanda juga mempopulerkan sistem 4 hari kerja. Ini berarti tenaga kerjanya memiliki kesempatan untuk mendapatkan 3 hari libur dalam seminggu. Bila seorang pegawai di-PHK apapun alasannya selama ia belum mendapatkan pekerjaan atau penghasilan baru, pemerintah akan memberikan gaji penuh selama masa transisi yaitu enam bulan. Penduduk Belanda tidak mengenal jam karet. Sembilan puluh delapan persen dari seluruh kereta api di Belanda tidak pernah terlambat lebih dari lima menit. Hal ini juga mempengaruhi taraf kebahagiaan penduduk Belanda.

Negara Belanda termasuk salah satu dari 10 negara terkaya di dunia dan negara kedua yang memiliki jaminan sosial tertinggi di dunia. Jadi, wajar apabila penduduk Belanda bisa merasakan hidup lebih bahagia karena mereka dimanja oleh pemerintahnya.

https://www.youtube.com/watch?v=lfsAfvPzZMU

hartelijk bedankt = terima kasih. Tot ziens = sampai jumpa.

Mang Ucup

Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar