Minggu, 07 Juni 2026 | 23:12
OPINI

Tuhan

Sebuah puisi dan doa

Tuhan
Ilustrasi berdoa. (Freepik)

Tuhan, Negeri ini adalah anugerah-MU dengan "berkah merdeka saat proklamasi hingga tampil sebagai IBU RAHIM warna-warni pelangi dari SURYA-MU sendiri.

Tuhan, kami sadar bahwa para pendiri bangsa ini dengan darah dan keringatnya telah merajut, menganyam, dan menenun helai demi helai benang ragam bhineka merah putih kuning, ungu dan biru dengan proses panjang menjadi ika: satu bangsa, satu tanah air dan satu negeri Indonesia tercinta.

Tuhan, jadikanlah kami sebagai pandu-pandu ibu pertiwi bukan menggunting rajutannya karena hasrat kuasa yang tidak kami kontrol dengan anugerah akal budi dan nurani bisikan-Mu.

Didiklah kami Tuhan di saat-saat prihatin ini agar benci tanpa pedulu sesama melenyap karena kasih ampunan berkah-Mu.

Ajari kami Tuhan, menyadari kembali anugerah-Mu atas negeri ini dan bimbinglah kami berkidung syukur atas berkah-Mu dengan menapaki laku hidup sebagai pandu-pandu ibu pertiwi. Amin.

 

 

Mudji Sutrisno, SJ
Rohaniawan


 

Komentar