Menanti Uluran Tangan Pemerintah Bagi Kaum Disabilitas, Ini Pesan Sabar Gorky
ASKARA - Tanggal 3 Desember diperingati sebagai Hari Disabilitas Internasional. Namun, pemerintah dinilai belum fokus memberikan perhatian bagi kelompok disabilitas. Terutama pemenuhan hak-hak pelayanan publik bagi penyandang kebutuhan khusus itu.
Sabar Gorky, seorang difabel yang mempunyai hobi mendaki gunung meminta pemerintah memberi perhatian asas-asas keadilan dan non diskriminatif pada kaum difabel.
Meski pemerintah telah melakukan berbagai upaya, namun banyak disabilitas yang belum terjangkau. Karenanya pemerintah harus mengulurkan tangannya untuk membantu mereka.

"Pemerintah harus memperhatikan teman-teman disabilitas yang sangat luar biasa. Kelihatannya sekarang ini sudah mulai untuk memperhatikan," kata Sabar Gorky kepada Askara melalui telepon, Kamis (3/12).
Sabar menyadari keberadaanya sebagai minoritas kerap dilupakan haknya oleh pemerintah. Maka momentum Hari Disabilitas Internasional ini membawa ke arah yang lebih baik.
"Mudah-mudahan pemerintah memberikan akses-akses yang mewadahi tempat fasilitas umum. Seperti toko-toko, pusat perbelanjaan yang disediakan pemerintah," tutur Sabar.
Kurangnya komunikasi antara pemerintah dan kaum disabilitas dinilai menjadi kendala dalam pemenuhan hak disabilitas, Meski organisasi yang mewadahi kaum berkebutuhan khusus itu jumlahnya cukup banyak.
Sementara itu disabilitas yang hidup mandiri jumlahnya juga cukup banyak. Karenanya pemerintah harus turun langsung memberi bantuan kepada mereka.

"Sekarang kan modelnya semuanya adalah di organisasi. Jadi harus ikut, kalau kita pribadi mandiri tidak bisa harus bergerak sendiri. Karena tidak punya keterlibatan organisasi yang diakui," kritik Sabar.
"Kalau dapat suatu bantuan bukan individu, biasanya lewat organisasi itu. Karena selama ini, perhatian untuk saya pribadi masih sangat kurang," keluhnya.
Peringatan Disabilitas Internasional tahun ini terasa berbeda, karena seluruh negara di dunia sedang menghadapi pandei Covid-19 yang belum mereda. Sabar pun memaknai Hari Disabilitas ini dengan sederhana.
"Hari Disabilitas tahun ini gemingnya kurang. Karena kita maklum juga sih dalam suasana seperti ini terkendala Covid-19. Jadi dari teman-teman mengucapkan Selamat Hari Disabilitas, itu cukup," tandasnya.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun ini bertema: membangun kembali kehidupan yang lebih baik, lebih inklusif, lebih aksesibel dan berkelanjutan pasca pandemi Covid-19.
Hingga kini baru tiga puncak gunung yang sudah berhasil Sabar taklukkan. Ketiga puncak itu adalah Gunung Elburs di Rusia (5.642 mdpl) dan Gunung Carstenzs atau Puncak Jaya di Papua (4.884 mdpl).
Serta Gunung Kilimanjaro di Tanzania (5.895 mdpl) sudah berhasil Sabar taklukkan. Sementara puncak Aconcagua setinggi 6.962 mdpl gagal dilalui Sabar lantaran terkendala cuaca.

Komentar