Memperingati Hari Guru, Siapakah Dia?
ASKARA - Sebutan guru lebih kita kenali sebagai sosok pengajar di sekolah formal dan punya sebutan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
Seringkali banyak orang mengatakan bahwa guru memang bukan orang hebat, tetapi semua orang hebat adalah berkat jasa seorang guru.
Lalu benarkah guru itu hanya sebatas yang kita tahu pada umumnya?
Sejak kita dilahirkan, guru pertama yang menyapa adalah ibu, ayah dan saudara. Bukan hanya sebagai keluarga tapi dari merekalah kita belajar. Kedua adalah teman-teman sepermainan dan lingkungan.
Saat memasuki usia sekolah barulah kita bertemu dengan guru maupun dosen secara formal, juga teman-teman dari berbagai lingkungan.
Setelah usai kita menemukan guru-guru lain yaitu teman kerja, rekan bisnis, pemimpin maupun bawahan dan lain sebagainya. Semua yang hadir dalam hidup kita turut membentuk sebuah kepribadian yang unik dan luar biasa. Bukankah pintar saja tidaklah cukup, karena selain IQ (Intelligence Quotient) kita butuh EQ (Emotional Quotient).
Daniel Goleman, penulis buku Emotionel Intelegence mengatakan bahwa keberhasilan seseorang itu cuma 20 persen, 80 persennya adalah peran EQ.
Meski IQ tinggi, cerdas, bereaksi cepat dan teliti, jika dia tidak bisa mengendalikan EQ yaitu emosi, agresif, destruktif dan arogan maka dalam perjalanan kehidupan apalagi dalam berkarier akan banyak tersandung masalah dan tidak disukai oleh sekitarnya.
Siapakah guru EQ?
EQ seringkali terbentuk oleh lingkungan dalam kita bersosialisasi bersama siapapun, dan ini sudah dimulai sejak usia pra sekolah hingga mungkin saat seseorang tutup usia tetap harus belajar dari guru kejadian.
Sesungguhnya, selain guru di sekolah, semua hal adalah guru. Setiap kejadian, setiap kendala, setiap pribadi yang kita jumpai, bahkan alam semesta inipun adalah guru. Semua yang terjadi pada diri sering disebut sebagai pengalaman, dan ada yang mengatakan bahwa "pengalaman adalah guru terbaik dalam kehidupan"
Maka untuk memperingati hari guru, berterimakasihlah pada keseluruhan yang sudah hadir menghiasi perjalanan kehidupan pribadi kita. Berkat mereka semualah kita menjadi manusia yang seutuhnya. Dan semua tidak terlepas dari kehendak Tuhan yang Maha segala-galanya.
Terima kasih pada seluruh guru tanpa terkecuali, pertama pada ibu dan ayah, saudara, keluarga, teman, guru di sekolah, dan seluruh penghuni alam semesta sebagai pahlawan tanpa tanda jasa namun akan selalu dikenang.
Selamat memperingati Hari Guru Nasional 25 November 2020.

Komentar