Kisah Pemakaman Putri Diana
Lady Di adalah anggota keluarga kerajaan Inggris yang paling banyak disorot dan dibicarakan di era modern ini. Sosoknya yang rendah hati dan merakyat membuat dunia jatuh hati padanya. Sayangnya, Putri Diana harus pergi dengan cepat di usia 36 tahun akibat tewas dalam kecelakaan maut yang dialaminya. Saat kematiannya Lady Di meninggalkan dua orang putera, Pangeran Harry yang pada saat itu baru berusia 13 tahun dan kakaknya Pangeran William saat itu berusia 15 tahun.
Pada pagi hari tanggal 31 Agustus 1997, pengemudi mobil Diana kehilangan kendali atas kendaraannya saat berusaha menghindari paparazzi dan mengalami kecelakaan di terowongan Pont de l’Alma, Paris, Perancis. Saat mengalami kecelakaan tragis di Paris, Putri Diana sudah setahun bercerai dari Pangeran Charles.
Saat itu, Putri Diana bersama kekasihnya, Dodi Al Fayed, yang tewas seketika di tempat kejadian. Begitu pula sang pengemudi, Henri Paul. Melalui penyelidikan mendalam, Paul akhirnya diketahui mengemudi dalam pengaruh alkohol. Saat mengalami kecelakaan tragis di Paris, Putri Diana sudah setahun bercerai dari Pangeran Charles.
Dilansir CNN, tepat di hari kematian, jenazah Putri Diana langsung diterbangkan dari Paris ke London, Inggris. Peti mati ibunda Pangeran William dan Pangeran Harry ini disemayamkan di Royal Kapel Istana St. James.
Upacara pemakaman Putri Diana lalu digelar di Gereja Westminster Abbey, London, pada 6 September 1997. Pangeran William dan Pangeran Harry turut mengiringi peti jenazah, begitu juga Pangeran Charles dan adik Putri Diana, Earl Charles Spencer. "Setahun terakhir, dia (Putri Diana) membuktikan bahwa dia tidak butuh gelar Kerajaan untuk terus melanjutkan pesona khususnya," ucap Earl Spencer.
Kematian Diana jelas membuat terkejut publik Inggris, serta dunia. Publik Inggris bahkan disebut mengalami kesedihan terbesar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada tanggal 6 September 1997, upacara pemakaman Putri Diana dilakukan. Jasad Putri Diana dimakamkan di Althorp, lahan keluarganya di Northamptonshire, Inggris. Ratusan ribu orang memenuhi jalanan London untuk menyaksikan peti mati mantan putri kerajaan tersebut. Jasad Diana diangkut ke Westminster Abbey, tempat para politisi, selebriti, dan keluarga kerajaan berkumpul untuk pemakamannya.
Pada upacara pemakan itu, saudara laki-laki Diana, Lord Charles Spencer, berbicara dalam upacara dan menyalahkan media atas kematian saudara perempuannya, menyebutnya sebagai "orang yang paling diburu di zaman modern", seperti dikutip dari History.com.
Kabarnya, di dalam peti matinya, Putri Diana mengenakan gaun hitam rancangan Catherine Walker (perancang busana favoritnya), pantyhose hitam dan memegang sebuah rosario, hadiah dari Bunda Teresa dari Calcutta, orang terdekatnya Diana. Pemakaman diadakan pada 6 September 1997 dan disiarkan secara langsung ke seluruh dunia, ditonton lebih 1,5 miliar penonton di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Orang-orang memberikan bunga, lilin, kartu, dan pesan pribadi di luar Istana Kensington selama berbulan-bulan. Saat pemakaman, Sir Elton John menampilkan sebuah versi dari lagu klasiknya "Candle in the Wind",
Kisah Di Belakang Lagu “Candle in the Wind”
Elton John membuat jutaan orang menangis ketika dirinya menyanyikan lagu “Candle in the Wind” versi baru dalam upacara pemakaman Putri Diana. Ternyata, ada kisah di balik single terlaris sepanjang masa yang telah terjual sebanyak 33 juta kopi itu. Diana dan Elton telah berteman sejak 1981. Elton sangat terkejut mendengar kabar Diana tewas dalam kecelakaan di Paris.Setelah mendapat kabar kematian Diana, Elton diminta oleh keluarga agar menulis penghormatan untuk Diana. Jadilah lagu Candle in the Wind versi 1997. Elton mengungkap, bermain Candle in the Wind di pemakaman Diana adalah hal yang nyata. Penyanyi itu juga mengatakan apa yang ada di pikirannya saat itu. "Jangan salah lirik. Bersikaplah biasa. Lakukan sebaik mungkin tanpa menunjukkan emosi apa pun," ungkap Elton dalam sebuah wawancara.
Di kesempatan wawancara bersama BBC, Pangeran Harry mengungkapkan perasaannya saat mendengar Elton John menyanyikan lagu “Candle in the Wind” di pemakaman ibunya. Harry mengatakan dirinya bertekad untuk tidak menangis di depan umum karena lagu itu. "Lagu Elton sangat emosional dan saya hampir menangis dibuatnya. Tapi saya telah bertekad agar tidak menangis di depan umum," kata Pangeran Harry.
Elton John membuat jutaan orang menangis ketika dirinya menyanyikan lagu “Candle in the Wind” versi baru dalam upacara pemakaman Putri Diana. Ternyata, ada kisah di balik single terlaris sepanjang masa yang telah terjual sebanyak 33 juta kopi itu. Elton John awalnya merekam single pada 1973 untuk menghormati Marilyn Monroe yang telah meninggal 11 tahun sebelumnya.
Setelah teman dekatnya, Diana, meninggal dalam kecelakaan mobil di Paris (1997), Elton bekerja sama dengan Bernie Taupin untuk merevisi lirik yang ditujukan pada mendiang People is Princess. Revisi lirik itu dilakukan di Townhouse Studies, London dan lagunya dirilis ulang sebagai “Candle in the Wind” 1997.
Bagian Lirik yang Direvisi
Pada lirik versi tahun 1973 tertulis, "Goodbye Norma Jeane, though I never knew you at all" (selamat tinggal Norma Jeane, meskipun aku tak pernah mengenalmu). Dalam lirik versi tahun 1997 diubah menjadi, "Goodbye England is rose, may you ever grow in our hearts" (selamat jalan Mawar Inggris, kau akan selalu ada di hati kami). Silahkan dengar sendiri di film yg terlampir disini dimana lagu “Candle in the Wind” dinyanyikan.
Penutup
Lady DI adalah seorang Malaikat yg dikirim ke dunia untuk mencari kasih antar sesama umat. Hanya sayangnya ia sendiri tidak pernah bisa merasakan maupun mendapatkannya kasih itu. Bahkan setelah Lady Di dimakamkan sampai saat ini hampir ¼ abad lamanya tidak ada seorang pun yang pernah ataupun mau datang lagi untuk berkunjung ataupun nyekar di makamnya. Entah itu mantan suaminya Pangeran Charles maupun kedua putera kandungnya sendiri.
Setelah selesai upacara pemakamannya, tak seorang pun dari mereka pernah mau datang lagi untuk berkunjung ke makamnya Lady Di. Hal inilah yang diungkapkan langsung oleh Charles Earl Spencer adik kandung nya Lady Di pada Daily Mail. Hal tersebut di atas diketahui dengan pasti oleh adik kandungnya Lady Di, sebab Lady Di dimakamkan di tanah milik keluarga Charles Earl Spencer.
Dengan ini saya akhiri serial tulisan mengenai kisah kehidupan Puteri Diana yang pahit dan penuh dengan penderitaan. Kebanyakan orang hanya bisa melihat dan menilai Lady Di hanya sekedar dari bungkus luarnya saja yang indah. Namun dalamnya penuh dengan derita maupun luka yang sangat menyakitkan.
Maka tepatlah pepatah "Jangan menilai buku hanya sekedar dari sampulnya saja". Maturnuwun sanget berkah dalem.
Mang Ucup
Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar