Viral, Perusahaan Asal China di Halmahera Tengah Larang Karyawannya Beribadah
ASKARA - Beredar sebuah video perdebatan antara karyawan dengan pihak manajemen perihal larangan beribadah pada waktu tertentu. Kejadian tersebut terjadi Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Akun Instagram @majeliskopi08 mengunggah video tersebut dan menjadi buah bibir di media sosial. Ternyata manajemen itu merupakan warga negara asing yang berasal China. Sehingga harus dibantu translater ketika berkomunikasi.
Pihak manajemen itu dari PT Hounglu sebuah PMA yang merupakan subkontraktor dari PT IWIP (Indonesia Weda Bay Industrial Park) di Halmahera Tengah mengeluarkan kebijakan yang menuai polemik.
Manajemen melarang karyawan yang beragama Islam untuk menunaikan ibadah salat Jumat. Sementara bagi karyawan yang menganut agama Kristen dilarang pergi ke gereja setiap hari Minggu.
"Sebentar pak, kalian bikin aturan ini sudah diskusi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi belum?" tanya salah satu karyawan sambil merekam kejadian itu.
Seorang translater tidak bisa menjawab dan hanya bilang semua itu merupakan keputusan pihak manajemen. "Itu tegantung kebijakan dia," sambil menunjuk manajemen yang berada di sampingnya.
Sementara para karyawan tak terima, jika perusahaan membuat kebijakan secara sepihak. Apalagi kebijakan yang mengejutkan itu merugikan dan membuat karyawan geram.
"Bukan soal kebijakan, bapak ini kan dari China. Investasi di negara kita, jadi harus ikuti aturan negara kita," ujar karyawan tersebut.
Maka mereka menginginkan pihak manajemen berkoordinasi dengan sejumlah pihak sebelum mengeluarkan kebijakan tersebut. Tentu dinilai telah melanggar hak asasi manusia dalam beribadah.
"Saya rekam pembicaraan bapak agar kordinasi dengan Dinasker Trans. Karena bapak melarang kami ibadah. Itu bapak merebut HAM kami," imbuh karyawan itu.
Kemudian seorang transleter kembali berbicara dan berdalih bahwa kebijakan tersebut bukan diputuskan oleh dirinya. Namun tak menyebut pihak manajemen dalam perdebatan itu.
"Saya perlu klarifikasi di sini. Pertama, peraturan ini bukan saya yang menentukan. Saya sebagai jembatan bahasa kalian berdua," terang transleter.
Kawasan Industri Weda Bay merupakan kawasan industri pertama terintegrasi di Indonesia yang diperuntukkan untuk memfasilitasi proses pengolahan mineral dan produksi komponen baterai kendaraan listrik.

Komentar