Survei: 5 Alasan Puas dan Tidak dengan Setahun Kinerja Jokowi-Ma'ruf
ASKARA - Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin selama 1 tahun setelah pelantikannya pada Oktober 2019.
Hasil survei tersebut menunjukkan, sebanyak 64 persen responden puas dengan kinerja Jokowi dan 33,1 persen tidak puas. Sementara 40,8 persen puas dengan kinerja Ma'ruf dan 47,4 persen tidak puas.
"Jika dibandingkan dengan survei September 2015, satu tahun awal periode, ini merupakan peningkatan di mana kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi sebesar 46 persen. Tidak puas 51,1 persen. Tidak tahu atau tidak menjawab 3 persen," tulis hasil survei Indo Barometer, Kamis (5(11).
Terdapat lima alasan beragam dari para responden yang mengaku merasa puas terhadap, kinerja Jokowi selama satu tahun memimpin pemerintahan.
"Lima alasan publik puas dengan kinerja Presiden Jokowi adalah mempunyai hasil kerja nyata 27,1 persem, Jokowi orangnya merakyat 20,1 persen, banyaknya pembangunan infrastruktur 19 persen," tuturnya.
Selain itu, Jokowi orangnya baik dan sederhana 7,1 persen dan pembangunan desa sampai wilayah tertinggal 5,9 persen.
Sementara ada lima alasan publik tidak puas terhadap kinerja Presiden Jokowi ialah karena kebijakannya menguntungkan pihak tertentu 16,4 persen.
"Banyak pekerja asing 13,4 persen, perekonomian Indonesia menurun 13,1 persen, lapangan pekerjaan terbatas 11,6 persen, dan kesejahteraan masyarakat menurun 7.,6 persen," ungkapnya.
Survei nasional itu dilaksanakan pada 10-17 Oktober 2020 dengan metode multistage random sampling terhadap 1.200 responden. Margin of error kurang lebih sebesar 2.83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku.

Komentar