Rabu, 17 Juni 2026 | 23:19
NEWS

Kartu Tani Belum Maksimal, Banyak Petani Kesulitan Pupuk Subsidi

Kartu Tani Belum Maksimal, Banyak Petani Kesulitan Pupuk Subsidi
Ilustrasi. (Radarlampung/Net)

ASKARA - Program Kartu Tani yang diusung pemerintah pusat untuk pengadaan pupuk subsidi belum optimal berjalan.

Sejak diterapkan program tersebut pada September 2020 hingga sekarang masih banyak petani yang tidak mendapatkan pupuk subsidi karena tidak mempunyai Kartu Tani.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi Ridwan mengatakan, di Cicurug terdapat satu desa yang hingga saat ini belum memiliki kelompok tani. Hal itu berdampak pada para petani yang tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi.

"Desa Cisaat sama sekali belum memiliki kelompok tani. Jadi masih banyak pekerjaan rumahnya karena yang buat Kartu Tani itu bukan kita tapi pemerintah pusat," terang Ridwan, Selasa (3/11).

Ridwan mengaku, hingga saat ini penerapan Kartu Tani di masyarakat belum bisa berjalan dengan baik. Masih perlu dorongan pemerintah untuk menyosialisasikan dalam adaptasi program ini. Bahkan berdasarkan temuannya di lapangan, kios penyalur resmi pupuk subsidi di Cicurug tidak bisa mengoperasikan mesin transaksi menggunakan Kartu Tani.

"Kartu Tani ini diberlakukan mulai September 2020 tapi kenyataannya sampai saat ini belum berjalan maksimal. Sebab kios yang ditunjuk resmi sebagai penyalur pupuk subsidi di Cicurug tidak bisa mengoperasikan mesim itu apalagi petaninya," tutur Ridwan.

Hal senada disampaikan Kepala Unit Pelayanan Terpadu Dinas (UPTD) Pertanian Wilayah III Cicurug Dahir. Dia mengatakan, para petani dan penyuplai pupuk subsidi di Cicurug belum siap menjalankan program Kartu Tani. Ada beberapa mekanisme pada program yang belum bisa masyarakat pahami. 

"Saya kira untuk Kartu Tani ini belum siap, jadi banyak petani yang tidak terakomodir. Jadi, petani itu membeli pupuk dengan cara menggesek Kartu Tani itu pada kios yang resmi nanti ada alatnya dan keluar kebutuhan di layar komputer seberapa banyak pupuk subsidi petani itu dibutuhkan. Mungkin itu mekanisme pencairan pupuk yang harus dipahami," jelasnya, dikutip Sukabumiupdate. 

Komentar