Selasa, 24 November 2020 | 12:53
NEWS

Oknum Brimob Diduga Kuat Jual Senjata ke KKB, Ini Kata Mabes Polri

Oknum Brimob Diduga Kuat Jual Senjata ke KKB, Ini Kata Mabes Polri
ilustrasi pistol (liputan6.com-istimewa)

ASKARA - Mabes Polri menegaskan, akan menindak tegas siapapun anggotanya yang terlibat dalam kasus penyelundupan senjata hingga ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.  

Hal itu ditegaskan Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono. Awi menyebut, pihaknya masih melakukan penyelidikan dalam dugaan kasus ini.

"Saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh Polda Papua," kata Awi, Selasa (27/10).

Awi mengatakan, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis sudah dengan tegas menyebut untuk menindak tegas masyarakat yang kedapatan memasok senjata ke KKB. Hal itu pula juga berlaku terhadap anggota Polri.

"Bapak Kapolri berkomitmen untuk mengusut tuntas dan menindak tegas siapa pun yang terlibat baik anggota dari Polri maupun dari masyarakat," ungkap Awi.

Sebelumnya, tim gabungan TNI-Polri sempat mengamankan seorang anggota Brimob berinisial Bripka JH terkait penyelundupan senjata jenis M16 dan M4 di Nabire, Papua. Diduga kuat oknum tersebut melakukan jual beli senjata ke KKB.

Kepala Polda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengakui anggota Brimob yakni Bripka JH yang diduga terlibat jual beli senjata api sudah ditahan.

"Yang bersangkutan ditahan di Mako Brimob Polda Papua di Kotaraja setelah ditangkap di Nabire, Kamis (21/10)," katanya di Jayapura, Jumat (23/10).

Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, selain JH, ada dua warga sipil yang diamankan. Salah satunya mantan anggota TNI yang diamankan di salah satu kota di Sulawesi Selatan.

Bripka JH ditangkap di Nabire bersama dua pucuk senjata jenis senjata serbu yakni M 16 dan M4 itu yang diduga akan dijual ke kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Komentar