Selasa, 24 November 2020 | 13:33
NEWS

Banjir dan Longsor di Pangandaran Telan 2 Korban Jiwa

Banjir dan Longsor di Pangandaran Telan 2 Korban Jiwa
Banjir di Pangandaran (Dok Jabarprov.go.id)

ASKARA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mengungkapkan banjir dan longsor yang melanda wilayahnya merenggut dua korban jiwa. Bencana itu terjadi pada, Selasa (27/10).

Selain itu, sebanyak 111 KK/311 jiwa juga terdampak bencana yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi dan struktur tanah yang labil tersebut.

"Pendataan sementara dari BPBD Kabupaten Pangandaran, sedikitnya 111 rumah berada di enam desa dan empat kecamatan terendam banjir," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Selasa (27/10).

Adapun rincian desa terdampak meliputi Desa Pasirgeulis dan Desa Karangmulya di Kecamatan Padaherang, Desa Jadikarya di Kecamatan Langkaplancar, Desa Cikalong di Kecamatan Sidamulih dan Desa Bojong di Kecamatan Parigi.

Hingga keterangan ini diturunkan, pihak BPBD Kabupaten Pangandaran dan instansi terkait melakukan koordinasi dan assesment ke lokasi kejadian serta distribusi logistik.

"Tim gabungan yang dihimpun BPBD Kabupaten Pangandaran, bersama masyarakat melakukan evakuasi korban yang tertimbun tertimbun longsoran," tutur Raditya Jati. 
 
Menurut prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Provinsi Jawa Barat masih berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang hingga Rabu (28/10) besok.

Selain wilayah Jawa Barat, provinsi lain yang juga memiliki potensi prakiraan cuaca serupa adalah Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua Barat dan Papua.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana meminta agar pemangku kebijakan dan masyarakat di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana. "Segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana," imbaunya. 

Komentar