Jumat, 30 Oktober 2020 | 14:30
NEWS

Setahun Jokowi-Ma'ruf, BEM SI Kembali Geruduk Istana Tolak Omnibus Law

Setahun Jokowi-Ma'ruf, BEM SI Kembali Geruduk Istana Tolak Omnibus Law
Demo BEM SI (Dok Republika.co.id)

ASKARA - Penolakan UU Cipta Kerja kembali akan digelar Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (20/10). Saat itu, bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin.

Koordinator Aliansi BEM SI, Remy Hastian mengatakan, pertemuan antara mahasiswa dengan Staf Khusus Milenial Presiden pada aksi sebelumnya tidak berarti apa-apa. Pihaknya, kata Remy, ingin bertemu langsung dengan Jokowi.

"Yang menemui massa aksi bukan orang yang kami harapkan. Staf Khusus Milenial bukan representatif dari Presiden Republik Indonesia. BEM SI akan turun aksi damai lagi tepat 1 tahun kerja Bapak Jokowi dan Bapak Ma'ruf Amin," kata Remy Hastian melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (18/10).

Dikatakan, tuntutan mereka masih sama yakni mendesak Jokowi membatalkan UU Cipta Kerja, melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undangan (Perppu) dan fokus mengendalikan pandemi Covid-19.

BEM SI juga mengecam tindakan pemerintah yang berusaha mengintervensi gerakan dan suara rakyat menolak UU Cipta Kerja.

"Juga mengecam berbagai tindakan represif aparatur negara terhadap seluruh massa aksi," tegasnya.

Dalam aksinya nanti, Remy tetap meminta seluruh massa aksi untuk membekali diri dengan masker, face shield, hand sanitizer, dan obat-obatan pribadi, mengingat demonstrasi akan dilakukan saat pandemi Covid-19.

Komentar