Rabu, 29 September 2021 | 00:47
NEWS

BEM SI Pastikan Aksi Tolak UU Cipta Kerja Berjalan Damai

BEM SI Pastikan Aksi Tolak UU Cipta Kerja Berjalan Damai
Demo BEM SI (Dok Republika.co.id)

ASKARA - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jabodetabek-Banten bergerak kembali melakukan aksi demonstrasi penolakan Undang Undang Cipta Kerja di depan Istana Kepresidenan, Jakarta.

Koordinator Wilayah BEM se-Jabodetabek-Banten Aliansi BEM SI, Bagas Maropindra mengatakan bahwa tuntutan aksi tetap sama dengan sebelummya.

Mereka mendesak Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) untuk membatalkan UU Cipta Kerja. Sekaligus akan menyuarakan kecaman tindakan represif aparat.

"Mengecam berbagai tindakan represif aparatur negara terhadap seluruh massa aksi," kata Bagas dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10).

Bagas menekankan dalam menyampaikan aspirasi kali ini merupakan aksi damai. Tidak akan ada tindakan yang akan menggangu ketertiban umum. Untuk membuktikan ini gerakan intelektual dan moral mahasiswa.

"Mengajak mahasiswa seluruh Indonesia bersatu untuk terus menyampaikan penolakan atas UU Cipta Kerja hingga UU Cipta Kerja dicabut dan dibatalkan," tegasnya. 

Seruan aksi BEM SI tersebut mengenakan tagar Mosi Tidak Percaya dan Cabut OmnibusLaw. Mereka menuturkan akan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Pada 8 Oktober 2020, mahasiswa dan buruh di berbagai kota turun ke jalan. Di Jakarta, massa dari BEM SI mendatangi Istana Merdeka. Unjuk rasa berujung kerusuhan di sejumlah titik. 

Demonstrasi menuntut pencabutan UU Cipta Kerja juga terus berlanjut. Pada, Senin (12/10) massa dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) melakukan unjuk rasa di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat. 

Kemudian disusul massa dari Persaudaraan Alumni 212 yang berdemonstrasi di depan Patung Kuda Arjuna, Jakarta Pusat, Selasa (13/10). Semula aksi berjalan damai, tapi sekelompok remaja melakukan kerusuhan. 

 

Komentar