Minggu, 07 Juni 2026 | 08:24
NEWS

Temuan KPAI, Anak Ikut Demo karena Bosan Tidak Sekolah

Temuan KPAI, Anak Ikut Demo karena Bosan Tidak Sekolah
Ilustrasi. (Suara)

ASKARA - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra mengatakan, berdasar penelusurannya, anak yang ikut demonstrasi berujung rusuh hari ini (Selasa, 13/10), salah satunya karena bosan tidak sekolah tatap muka.

"Saya menghampiri anak perempuan, ia mengaku sekolah di SMK Jatinegara. Ia datang ke lokasi diajak teman-temannya dan ia mengaku mulai bosan pembelajaran jarak jauh," katanya kepada wartawan di Jakarta.

Jasra Putra mengatakan, latar belakang anak ikut demo banyak dari mereka yang kurang perlindungan keluarga seperti karena putus sekolah, orang tua jarang pulang karena tempat kerja yang jauh dan PJJ yang belakangan cenderung hanya aktivitas pengajaran penugasan pekerjaan rumah.

Dia mencontohkan, salah satu peserta demo adalah siswa SMP dari Tangerang yang datang ke Jakarta Pusat dengan naik kereta. Si anak ikut demo setelah diajak temannya di media sosial dan kondisi di rumah yang tidak nyaman.

Pengamatan Jasra Putra di lapangan, situasi anak dalam demo nampak bergerombol dan tidak memperhatikan orasi yang disampaikan dari mobil komando. Dengan kata lain, kedatangan mereka cenderung acuh dengan aksi utama. Jika terjadi provokasi mereka rentan terjebak dalam kerusuhan, bahkan terlibat.

Jasra Putra mengatakan, situasi kesehatan anak di sekitar aksi demo buruk seperti merokok, tidak ada yang mengingatkan menggunakan masker dan lingkungan sekitar cenderung melakukan pembiaran. Padahal, Jakarta merupakan kawasan zona merah Covid-19 yang mewajibkan warganya menerapkan protokol kesehatan.

"Anak menjadi kelompok rentan di dalam lautan massa seperti ini. Apalagi kondisi pembatasan selama pandemi menambah ketertekanan anak. Dengan membanjirnya informasi menyebabkan anak anak mudah terlibat akibat kondisi psikologis mereka," jelasnya.

Jasra Putra menambahkan, KPAI akan segera melaksanakan sidang pleno dengan memanggil perwakilan lintas kementerian/lembaga, organisasi pelajar, ormas, forum anak, dan unsur terkait dalam urun rembug situasi yang melibatkan anak. (antara)

Komentar