Senin, 08 Juni 2026 | 10:02
NEWS

Ridwan Kamil Jelaskan Uji Coba Vaksin Covid-19 di Tubuhnya

Ridwan Kamil Jelaskan Uji Coba Vaksin Covid-19 di Tubuhnya
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kami (Dok Sekretariat Presiden)

ASKARA - Uji coba vaksin Covid-19 telah memasuki fase 3 dan melibatkan ribuan relawan. Uji coba fase di Universitas Padjajaran Bandung beberapa waktu lalu juga diikuti Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. 

Meski menjadi bagian pemerintah yang menangani langsung pandemi Covid-19, Ridwan Kamil merelakan dirinya untuk menjadi salah satu dari 1.620 relawan vaksin virus corona. 

Untuk tahap pertama vaksin disuntikkan pada relawan jumlahnya di bawah 100 orang. Tahap dua, disuntikkan pada relawan dengan jumlah dari 100 hingga 1.000 orang. 

"Tahap tiga untuk relawan di atas 1.000 orang dan tepatnya 1.620 relawan," kata Ridwan Kamil dalam channel YouTube Sekretariat Presiden, yang diunggah Jumat kemarin (9/10).

Kang Emil, sapaannya menjelaskan, berdasar pengalaman menjalani uji coba itu, syaratnya harus mendatangi hingga 5 kali kunjungan. Pertama melakukan tes PCR, rapid test dan sejenisnya untuk pengkondisian. 

Kunjungan kedua, menerima suntikan vaksin tahap satu, ketiga disuntikkan tahap kedua. Kunjungan keempat dan kelima diambil darahnya untuk dicek reaksi dari vaksin yang disuntikkan. 

"Pengambilan darah kedua akan dilakukan Desember 2020 dan untuk melihat hasilnya," tuturnya. 

Jika hasil uji darah Desember kelak berhasil, maka produksi vaksin secara massal baru bisa dimulai dan dilanjutkan vaksinasi massal. 

"Apakah setelah disuntik vaksin, di dalam tubuh saya ini antibody berlimpah atau tidak. Kalau berlimpah sampai 90 persen, berarti badan saya siap melawan virus Covid-19 yang akan menyerang tubuh saya," ucapnya. 

Kang Emil menyatakan, upaya yang dilakukan pemerintah ini tidaklah mudah. Karena masih ada kelompok masyarakat yang meragukan keamanan vaksin.

Bahkan proses relawan vaksin pun yang dilakukannya dituding hanya berpura-pura atau menyebarkan hoaks. Mengingat fotonya saat proses pengambilan darah sempat hangat diperbincangkan. 

"Persepsi publik, orang-orang yang tidak paham menyangka saya bohong," imbuhnya. 

Sebab menurut yang tidak paham, jarum suntik itu masih seperti model yang lama. Padahal menggunakan jarum suntik modern yang disebut vacutainer.

Adapun kandidat vaksin Covid-19 itu di antaranya vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. 

Ada pula kandidat vaksin kolaborasi Bio Farma dengan Sinovac dari Tiongkok, Kimia Farma dengan G42 dari Uni Emirat Arab, dan Kalbe Farma dengan Genexine dari Korea Selatan.

Komentar