Senin, 15 Juni 2026 | 20:24
NEWS

Putra Papua Ini Minta Konflik di Intan Jaya Dihentikan, Tidak Boleh Ada yang Ditutupi

Putra Papua Ini Minta Konflik di Intan Jaya Dihentikan, Tidak Boleh Ada yang Ditutupi
Patroli TNI di Papua (Dok Puspen TNI)

ASKARA - Pemerintah, TNI dan Polri diminta segera menghentikan konflik yang terjadi di Intan Jaya, Papua. 

Permintaan tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPR RI, Yan Permenas Mandenas. Yan mengaku, menerima kabar seorang pewarta gereja Katolik di Stasi Emondi, Paroki Bilogai di Distrik Sugapa bernama Agustinus Duwitau, ditembak orang tidak dikenal. 

Dia pun kaget menerima kabar itu. Terlebih pihak berwajib belum berhasil mengungkap siapa pelaku penembakan Pendeta Yeremia Zanambani pada pertengahan September lalu. 

"Sampai sekarang kasus almarhum Pendeta Yeremia saja belum terungkap, lalu mengapa ada lagi yang harus jadi korban. Sebenarnya apa yang terjadi di sana," kata Mandenas dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/10).

Karena itu anggota DPR asal Papua ini mendesak pemerintah dan TNI/Polri bertanggung jawab terhadap keamanan masyarakat di Kabupaten Intan Jaya. Peristiwa seperti yang terjadi selama ini menurutnya tidak boleh dibiarkan begitu saja. Harus ada solusi konkret untuk menghentikannya.

"Harus ada solusi kongkret yang dilakukan pemerintah bersama TNI dan Polri. Jangan sampai peristiwa seperti ini berlarut-larut. Itu bisa membias ke daerah lain di Papua," tutur Mandenas. 

Legislator Partai Gerindra itu juga mempertanyakan kinerja Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam mengungkap berbagai aksi penembakan yang terjadi di Intan Jaya, terutama terhadap Pendeta Yeremia.

Selain harus bekerja ekstra keras, Mandenas berharap tim bentukan pemerintah pusat bekerja secara terbuka dan tidak boleh ada yang ditutup-tutupi.

Dalam waktu dekat Mandenas juga akan berangkat ke Papua guna melihat kondisi di Intan Jaya. (ant/jpnn)

Komentar