Selasa, 30 November 2021 | 14:10
LIFESTYLE

Karisma Batik 2020, Batik Jadi Identitas Indonesia yang Melekat

Karisma Batik 2020, Batik Jadi Identitas Indonesia yang Melekat
Fashion show virtual Karisma Batik 2020. (Dok. Kemenparekraf)

ASKARA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar fashion show virtual dengan tema Karisma Batik 2020, memamerkan karya-karya indah delapan merk terpilih dari beberapa daerah.

"Selamat atas terpilihnya delapan jenama yang telah dikurasi untuk dipamerkan," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Sabtu (3/10).

Ke delapan jenama yang karyanya ditampilkan dalam pagelaran batik virtual adalah Vania Wijaya Gunawan (KASEE Batik Activewear), Clara Cyntiarini Wijayanti (Bebatikan Jogja), Agus T. Santosa (Apikmen), Dian Nutri Justisia Shirokadt (Shiroshima Indonesia), Meka (Batik Marindau), Grita Karina (Buana Batik), Vitalia Noor Darma (Rumah Batik Jinggar), dan Afiyah Cahyani (Ruang Titik).

"Di balik nama besar dan estetika batik tersimpan nilai-nilai kehidupan tentang kreativitas, identitas, keragaman, kebanggaan, dan persatuan," tutur Wishnutama. 

Batik menjadi identitas bangsa Indonesia yang harus senantiasa melekat pada diri masyarakat. Serta harus bangga bisa ditampilkan ke publik termasuk dalam seni pagelaran. 

"Mencintai batik berarti kita mencintai kreativitas budaya dan seni anak bangsa. Mencintai batik berarti mencintai Indonesia. Bangga pakai batik bangga buatan Indonesia," jelas Wishnutama.

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Wury Ma'ruf Amin mengatakan, batik merupakan warisan yang berbeda di setiap daerah. Beda daerah maka beda pula motif batik yang dihasilkan karena tiap motif memiliki makna tersendiri.

"Batik merupakan warisan turun temurun maka dari itu kita perlu mewariskannya di setiap daerah. Marilah bangga memakai batik Indonesia," ujarnya.

Ketua Yayasan Batik Indonesia Yanti Airlangga mengaku bangga memakai batik dan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Terlebih setiap daerah memiliki keberagaman budaya dan keunikan masing-masing. 

"Saya berharap kepada berbagai pihak khususnya generasi muda bisa bersama-sama bangga dan menggunakan batik Indonesia. Dalam setiap helai kain batik yang kita kreasikan terdapat harapan banyak orang yang telah mengambil bagian terhadap proses terciptanya batik," jelasnya.

Adapun, delapan jenama terpilih untuk dipamerkan memiliki berbagai kriteria yang dinilai seperti orisinil, dan setiap batik yang ditampilkan harus memiliki cerita sendiri. Contohnya, ada jenama mengkreasikan batiknya dengan aksara kuno bahkan ada yang berkreasi tentang virus corona. Kemudian dari segi desain harus bisa menjawab tantangan masa kini. 

Komentar