Jumat, 30 Oktober 2020 | 15:05
OPINI

Apakah Anda “siap” Dipanggil Pulang?

Apakah Anda “siap” Dipanggil Pulang?
Ilustrasi

Tahun kemarin saya masih berfikir, bahwa hanya lansia di atas 70 saja termasuk dalam daftar nama kloter berikutnya untuk dipanggil pulang ke alam baka. Namun saat pandemi corona ini hampir semua usia sudah bisa dikategorikan maupun dinominasikan sebagai calon berikutnya untuk berangkat.

Sehingga tidak ada jaminan, bahwa kita akan masih bisa hidup lebih lama dari setahun, sebulan ataukah seminggu lagi, bahkan besok pun mungkin sudah harus berangkat. Namun yang menjadi pertanyaan apakah anda “sudah siap” untuk berangkat?

Satu pertanyaan botol (bodoh dan tolol) sebab siap or not apabila harus berangkat tidak akan bisa ditawar lagi entah satu detik pun juga. Secara pribadi saya merasa belum siap, karena masih punya banyak sekali hutang kasih ataupun hutang budi kebaikan yang belum bisa saya balas ataupun lunasi. Entah itu terhadap orang tua, pasangan hidup, sahabat maupun lingkungan kita.

Setiap kali saya mendengar ada rekan yang meninggal bagi saya ini merupakan satu pecutan denga bentakan keras “do it now be for to late". Maka dari itu start hari ini juga saya akan lebih banyak lagi berbagi kasih secara all out! Mulai dari pasangan hidup kita yang telah sekian banyak berkorban maupun mengasihi kita, bahkan kita sia-siakan.

Mumpung saya masih punya waktu. Saya mau start untuk menyicil hutang kasih saya kepada Mbak Wied. Berbagi kasih bukan hanya sekedar untuk Mbak Wied seorang saja melainkan juga kepada mereka yang saat ini sedang membutuhkannya, kasih tanpa action = kasih bodong.

Ibu mertua saya akan merayakan HUT, oleh sebab itu saya mengusulkan agar dirayakan sebaik mungkin, agar Ibu bisa merasakan benar-benar senang dan bahagia sekali. Sebab siapa tahu perayaan HUT ibu ini adalah perayaan HUT yang terakhir kalinya bagi beliau. Disamping itu saat ini saya masih punya waktu untuk minta maaf entah kepada siapapun juga yang telah merasa dirugikan ataupun disakiti oleh saya. Hal inilah pulalah yang segera harus saya bereskan dahulu sebelumnya terlambat.

Kita berbagi kasih, bukan hanya sekedar dengan materi saja melainkan dengan belaian kasih ataupun senyum sekalipun juga bahkan dengan berlaku lebih sabar lagi. Dan yang sudah pasti dengan doa yang kita panjatkan, sebab saat sekarang ini begitu banyak orang yang membutuhkan bantuan doa kita. Bukan hanya untuk perorangan saja melainkan juga untuk negeri kita yang sedang terpuruk saat sekarang ini.

Yuk kita start untuk berbagi kasih entah kepada siapapun juga, sebelumnya terlambat. Salam dengan penuh rasa kasih dan big hugs untuk semua rekan-rekan yang sangat saya kasihi.

Mang Ucup

Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar