Banyak Korban Covid-19, Pimpinan MPR Usul Pilkada Serentak Diundur
ASKARA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengusulkan agar pelaksanaan pilkada serentak yang rencananya dilaksanakan pada 9 Desember 2020 sebaiknya diundur.
"Dengan makin banyaknya korban Covid-19, pilkada serentak diundurkan saja," tulis Hidayat melalui akun Twitter, Sabtu (19/9).
Menurutnya, usulan penundaan pilkada serentak sebelumnya sempat disampaikan Perludem, anggota DPD dan anggota DPR dari Fraksi PKS.
"Ini penting dipertimbangkan. Apalagi Ketua dan anggota KPU dan 21 pegawai KPU juga kena (positif), 60 calon kepala daerah juga kena. Ini agar Pilkada tak jadi klaster baru," jelas Hidayat yang juga politisi senior PKS.
Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman dinyatakan positif terjangkit Covid-19 Hal itu diketahui saat tes swab yang dilakukan pada 17 September. Tes itu awalnya akan digunakan sebagai persyaratan mengikuti rapat bersama Presiden Joko Widodo.
"Tanggal 16 September saya melakukan rapid test dengan hasil non reaktif. Tanggal 17 September, malam hari, melakukan tes swab untuk digunakan sebagai syarat menghadiri rapat di Istana Bogor tanggal 18 September dengan hasil positif," kata Arief, Jumat (18/9).
Arief kini tengah menjalani isolasi mandiri. Dia mengatakan tidak ada gejala yang dirasa sebelumnya.
Bukan hanya Arief, salah satu komisioner KPU Evi Novida Ginting juga terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya. Evi positif tanpa gejala dan kini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah.
Tak hanya itu, sebanyak 37 bakal calon kepala daerah dinyatakan positif Covid-19. Data itu didapat dari hasil tes swab yang dilakukan dalam rangka pendaftaran bakal calon kepala daerah di Pilkada Serentak 2020.
Terpaparnya puluhan bakal calon kepala daerah Arief Budiman dalam jumpa pers yang disiarkan Facebook KPU RI pada Senin (7/9. Data itu disampaikan usai pendaftaran bakal calon kepala daerah ditutup. (kesatu)

Komentar