Shamsul Iskandar: Kemenangan Pemilu Bukan Garansi, Belajar dari Jatuhnya Keir Starmer
ASKARA – Mantan Kepala Staf Politik Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim, Shamsul Iskandar Mohd Akin, menyampaikan refleksi politik tajam dengan berkaca pada kejatuhan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Dalam tulisannya berjudul Belum Sampai ke Pantai: Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer, Shamsul mengingatkan bahwa kemenangan pemilu besar bukan jaminan kekuasaan bertahan lama.
Shamsul, yang juga Anggota Parlemen Malaysia periode 2013-2022, menyebut kemenangan Partai Buruh di bawah Starmer pada 2024 sempat dipandang sebagai era baru Inggris. Namun dukungan publik cepat merosot karena pemerintah dianggap gagal mengelola harapan rakyat.
“Di sinilah saya teringat pesan almarhum Mohammad Natsir. Banyak pejuang berhenti mendayung ketika merasa dirinya sudah hampir sampai ke pantai. Padahal kenyataannya mereka masih di tengah arus,” tulis Shamsul.
5 Pelajaran dari Starmer Menurut Shamsul:
1. Menang pemilu ≠ mampu mengelola negara
Oposisi bisa menang karena menunjuk kelemahan lawan. Tapi saat berkuasa, rakyat bertanya: "Negara ini mau dibawa ke mana?"
2. Harapan rakyat lebih cepat dari hasil kebijakan
Rakyat menilai dari harga kebutuhan pokok, kerja, dan biaya hidup. Bukan soal siapa yang mewarisi masalah, tapi siapa yang menyelesaikannya.
3. Kalah narasi, kalah politik
“Fakta butuh narasi. Rakyat tidak ingat angka, rakyat ingat cerita,” tegasnya. Pemerintah Starmer dinilai terlalu reaktif dan gagal membentuk agenda sendiri.
4. Perpecahan internal bunuh dari dalam
Konflik terbuka di Partai Buruh membuat publik melihat pemerintah kehilangan kendali. “Rakyat tidak suka perpecahan yang dipertontonkan.”
5. Kompetensi saja tidak cukup
Starmer dinilai sebagai administrator baik, tapi gagal membangun hubungan emosional. Pemimpin butuh visi besar, bukan hanya tata kelola.
Shamsul menutup dengan menegaskan bahwa kisah Starmer adalah pengingat untuk semua gerakan politik. “Kemenangan pemilu bukanlah garis akhir. Rakyat memberi mandat karena ingin perubahan. Tapi mereka hanya perbarui mandat itu jika perubahan benar-benar dirasakan.”
Mengutip Mohammad Natsir, ia mengingatkan: “Kita belum sampai ke pantai. Karena itu, jangan berhenti mendayung. Sebab saat merasa perjuangan selesai, di situlah kemunduran sering kali dimulai.”
Profil singkat:
Shamsul Iskandar Mohd Akin merupakan politikus PKR dan pernah menjabat Kepala Staf Politik PM Anwar Ibrahim. Ia duduk sebagai Anggota Parlemen Hang Tuah Jaya 2013-2018 dan Parlimen Bukit Katil 2018-2022.

Komentar