Jumat, 10 Juli 2026 | 00:55
OPINI

Pesta Pora Ekonomi Kreatif Pemilu

Pesta Pora Ekonomi Kreatif Pemilu
Ilustrasi pesta pora ekonomi kreatif Pemilu (Dok Askara)

Oleh: Jaya Suprana

ASKARA - Pemilu 2029 makin mendekat maka tidak ada salahnya mari kita bersama terawang apa yang akan terjadi.

Orde Reformasi menghadirkan demokrasi. Demokrasi menghadirkan partai politik. Partai politik menghadirkan lapangan kerja bagi kaum politisi. Kaum politisi menghadirkan pesta-pora demokrasi dalam bentuk pemilihan umum. Pemilihan umum menghadirkan kampanye. Kampanye menghadirkan industri pemilu

Industri pemilu merupakan mesin ekonomi yang kreatif menghadirkan berbagai jenis produk maka serta merta juga kreatif menghadirkan berbagai lapangan kerja. Lapangan kerja yang  dihadirkan oleh industri kreatif pemilu luar biasa beraneka-ragam seolah tak kenal batas. Mulai dari produk jasa seperti riset politik, konsultasi marketing politik, strategi promosi politik, ramalan politik sampai ke produk sablon spanduk, bendera, kaos, jamu kebugaran bagi para peserta kampanye politik mau pun produk formulir suara, kotak suara dan lain-lain perlengkapan pemilu . Maskapai penerbangan , kereta api dan bus sibuk menjual jasa transpor para politisi dan para pendukung dari daerah ke daerah, kota ke kota, desa ke desa dari Sabang sampai Merauke. Ada pula perusahaan rental yang fokus menyewakan bus dan truk untuk khusus mengangkut peserta Pemilu.

Para pemilik media dan perusahaan jasa promosi off dan on line bersaing ketat dalam penjualan jasa promosi mulai dari  public relations, iklan, personal selling sampai sales promotion demi mendukung para politisi mempromosikan diri masing-masing dalam memperebutkan tahta kekuasaan . Para pemusik , presenter, pembicara, master of ceremony juga menikmati pesta pora industri kreatif pemilu dalam penjualan jasa mereka mendukung kampanye pemilu.  Hotel-hotel juga ikut menikmati industri kreatif pemilu dari hasil penyewaan akomodasi, konsumsi sampai ruang pertemuan untuk para peserta kampanye politik.  Para pedagang kaki lima dan asongan sibuk melayani kebutuhan makan-minun  jutaan pendukung kampanye pemilu yang turun ke jalan dan alun-alun. Bahkan ada yang hadir pada semua kampanye semua parpol demi memperoleh uang amplop lumayan sebagai tambahan sumber nafkah. Para parpol sengit bersaing dalam berfungsi sebagai mesin keluar-masuk uang sebagai penggerak mekanisme ekonomi nasional. Pendek kata jauh sebelum 2029,  segenap pihak sudah diam-diam maupun terang-terangan berebut mencuri start sebelum peluit start ditiup.

Insya Allah, segenap dana yang dihamburkan untuk penyelenggaraan pesta pora ekonomi kreatif pemilu tidak terbatas hanya dinikmati oleh para produsen jasa dan produk pemilu saja namun juga rakyat. Insya Allah,   ekonomi kreatif pemilu juga  bermanfaat bagi rakyat untuk benar-benar berhasil memperoleh para penguasa yang tidak menderita amnesia setelah rakyat memilih mereka untuk bertahta di singgasana kekuasaan namun para pemimpin negara dan bangsa yang benar-benar tulus ikhlas berkenan menepati segenap janji surga yang mereka kreatif ciptakan kemudian mereka obral di masa kampanye pemilu. Jangan berkelanjutan sekadar sesumbar Esuk Dhele, Sore Tempe

 

Komentar