Kamis, 09 Juli 2026 | 11:06
OPINI

Napak Tilas Alfabet Yunani

Napak Tilas Alfabet Yunani
Ilustrasi Napak Tilas Alfabet Yunani (Dok Gemini)

OLEH: JAYA SUPRANA

ASKARA - Sejak mulai belajar membaca dan menulis, tanpa sadar ternyata saya menggunakan alfabet yang berasal dari bahasa Yunani kuno. Alfa adalah alfabet urutan pertama dan beta adalah alfabet urutan ke dua sistem tulisan yang berkembang di Yunani kuno abad 1.000 sebelum Masehi. Secara langsung maupun tidak langsung alfabet Yunani kuno merupakan kakek-nenek moyang seluruh bahasa Trans-Eropa kontemporer. Alfabet Yunani kuno berasal dari Semitik Utara melalui kaum pelayar Phoenecian yang kemudian dimodifikasi agar lebih efisien dan akurat dengan menambahkan beberapa aksara baru dan modifikasi atau menghapus yang lama. Beberapa simbol Semitik alfabet yang merupakan representasi konsonan sengaja dibuat untuk representasi vokal ; Semitik konsonan alef, he, yod, ayin dan vav di dalam aksara Yunani menjadi  alphaepsiloniotaomicron, and upsilon, sebagai representasi aeio, dan u.

Pada abad V Sebelum Yunani dapat dibagi menjadi dua batang principal yaitu Ionik (Timur) dan Chalcidian ( Barat ) yang sebenarnya saling mirip. Alfabet Chalcidian melahirkan alfabet Etruscan di Italia pada abad VIII sebelum Masehi termasuk huruf Latin yang kini masih digunakan di Eropa. Namun pada tahun 403 sebelum Masehi , Athen resmi menetapkan alfabet Ionik sebagai bahasa tulisan di Miletus dan selama 50 tahun kemudian segenap local alfabet Yunani termasuk Chalcidian diganti oleh skrip Ionik yang kemudian menjadi alfabet klasik Yunani.

 Semula alfabet Yunani dituls seperti moyang Semitiknya yakni dari kanan ke kiri. Secara bertahap alfabet Yunani mengambil gaya boustraferon dan kemudian sejak abad 500 sebelum Masehi sampai sekarang tulisan Yunani bergerak dari kiri ke kanan.

Alfabet Klasikal Yunani memiliki 24 huruf, 7 di antaranya vokal dan terdiri dari huruf besar yang ideal sebagai tulisan untuk prasasti, monument dan inskripsi. Kemudian muncul tiga jenis skrip lebih nyaman digunakan sebagai tulisan tangan : unsial yang esensial diadaptasi untuk menulis dengan pena di atas keras dan sama halnya dengan cetak tangan dan cursive dan minuskul berkembang menjadi tulisan tangan modern setelah mengalami proses evolusi berkelanjutan.  Pada abad IX, unsial  digantikan oleh minuskul yang kemudian berkembang menjadi bentuk tulisan tangan Yunani masa kini . 

Mohon dimaafkan, jika banyak yang keliru pada naskah ini sebab terus terang saya masih gamang terhadap alfabet Yunani yang berkembang menjadi alfabet Russia dan berbagai negara Eurasia termasuk Ukrania, Makedonia, Armenia dan Georgia sebagai bahasa liturgi Gereja Katolik Ortodoks.

 

Komentar