Rabu, 17 Juni 2026 | 21:23
NEWS

Partisipasi Masyarakat dan Pengusaha Diperlukan untuk Perangi Covid-19

Partisipasi Masyarakat dan Pengusaha Diperlukan untuk Perangi Covid-19
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla (dok istimewa)

ASKARA - Partisipasi masyarakat dan pengusaha diperlukan untuk memerangi Covid-19 yang semakin meninggi di Indonesia, terutama di wilayah DKI Jakarta. 

Demikian dikatakan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla di perayaan hari ulang tahun PMI yang ke 75 di Markas Pusat PMI JL. Gatot Subroto Kav 96 Jakarta selatan, Kamis (17/9/2020).

Menurutnya, partisipasi masyarakat dapat diwujudkan melalui kedisiplinan untuk mematuhi protokol kesehatan terkait Covid-19. Sementara pengusaha diharapkan memberikan donasi untuk kegiatan PMI dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. 

“Hanya ada 2 cara untuk mengatasi Covid-19 ini yaitu hindari dan matikan.  Hindari adalah dengan melakukan 3M, (Menjaga jarak, Memakai Masker, Mencuci Tangan) dan itu butuh partisipasi masyarakat untuk disiplin menjalankannya.,” terang JK. 

“Sementara matikan adalah upaya yang dilakukan PMI selama ini yaitu sterilisasi pada sarana umum, tempat ibadah serta rumah-rumah dan perkantoran dengan cara penyemprotan disinfektan selama 6 bulan terakhir. Karena itu kita mengharapkan partisipasi masyarakat dan pengusaha untuk membantu mensponsori itu, karena hanya itu cara untuk mengatasi dan mengurangi penularan Covid ini," imbuhnya. 

JK menjelaskan, setidaknya sampai akhir tahun 2020,  PMI membutuhkan biaya sekitar Rp200 miliar untuk operasi penanganan Covid-19. Sementara itu dana yang terkumpul di PMI baru mencapai 50 persen dari total kebutuhan. 

Terkait pelaksanaan PSBB di Jakarta, diharapkan dapat berjalan sesuai target. Selain itu, diperlukan ketegasan dan sanksi dari pemerintah untuk mendisiplinkan masyarakat. 

”PSBB itu sangat tergantung pada disiplin masyarakat dan kedisiplinan itu tergantung pada ketegasan dan sanksi dari pemerintah, karena itu pemerintah harus tegas dan menjatuhkan sanksi kepada siapa pun yang melanggar disipilin. Itu belajar dari negara negara di dunia ini yang berhasil menurunkan penyebaran Covid yaitu membangun kedisiplinan," tegasnya.

Pada moment perayaan HUT-75 PMI yang dilaksanakan secara sederhana dan virtual tersebut JK juga meresmikan pendirian politeknik Akbara Surakarta yang merupakan politeknik yang dikelola oleh PMI. Politeknik dengan program D3 dan D4 membuka berbagai jurusan terkait manajemen  penanggulangan bencana, dan pengelolaan darah.

Komentar