Kamis, 01 Oktober 2020 | 19:22
NEWS

Anies Prediksi Rumah Sakit Kolaps, Prof. Wiku Bilang Wisma Atlet Tidak Penuh

Anies Prediksi Rumah Sakit Kolaps, Prof. Wiku Bilang Wisma Atlet Tidak Penuh
Ilustrasi. (Antara)

ASKARA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito merasa tidak terima dengan narasi yang menyebutkan bahwa Rumah Sakit Wisma Atlet dalam keadaan penuh pasien positif. Sebab, data menunjukkan keadaan sebaliknya dari narasi yang berkembang. 

"Data kan menunjukkan kalau Wisma Atlet tidak penuh," katanya saat dihubungi awak media, Rabu (15/9). 

Prof. Wiku lantas membeberkan data Satgas Penanganan Covid-19 per 16 September 2020. Dalam data itu, terdapat enam gedung yang digunakan menangani pasien positif di RS Wisma Atlet. 

Dari enam gedung, tidak satu pun dalam keadaan penuh. Misalnya gedung nomor empat yang tempat tidurnya belum terpakai sama sekali. Data menunjukkan bahwa gedung nomor empat mampu menampung 1546 tempat tidur. Di sana belum terdapat satu pun pasien positif Covid-19 yang dirawat. Kemudian gedung nomor lima juga tidak memperlihatkan kepadatan pasien Covid-19. Dari kapasitas 1570 tempat tidur, pasien yang dirawat di sana sebanyak 610. Artinya tempat tidur yang tidak terpakai 960. Selanjutnya gedung nomor enam juga tidak penuh diisi pasien positif Covid-19. Kapasitas gedung tersebut sebesar 1306, dengan tempat tidur terpakai 750. Artinya terdapat sisa tempat tidur 556. Situasi yang sama juga terlihat dari kapasitas gedung nomor tujuh yang tidak penuh. Kapasitas gedung sebesar 1308 tetapi yang terpakai 891. Artinya terdapat sisa tempat tidur 417.

Masih mengacu data Satgas Penanganan Covid-19, gedung nomor delapan juga tidak penuh diisi pasien. Kapasitas gedung tersebut sebesar 1548 tetapi yang terpakai 958. Artinya sisa tempat tidur sebanyak 590. Terakhir, gedung nomor sembilan juga tidak dalam keadaan penuh pasien positif Covid-19. Dari kapasitas 2619 hanya terisi 1352 tempat tidur. Artinya terdapat 1267 sisa tempat tidur. 

Prof. Wiku melanjutkan, pemerintah bekerja keras agar tidak terjadi ledakan pertambahan kasus Covid-19. Dengan begitu, situasi RS Wisma Atlet tidak kekurangan tempat tidur. 

"Kami kan bekerja 24 jam untuk menjaga agar tidak terjadi ledakan kasus dan tidak terjadi kekurangan tempat tidur," jelasnya.

Narasi soal penuhnya RS Wisma Atlet muncul setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hendak mengetatkan Pembatasan Sosial Berskala Besar di ibu kota. Menurut Anies, saat ini beban fasilitas kesehatan di Jakarta sudah mencapai ambang batas. Dengan begitu, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat sudah hampir memenuhi 100 persen kapasitas rumah sakit.

Menurut data yang dihimpun hingga 6 September 2020, sebanyak 83 persen tempat tidur ICU di 67 RS rujukan Covid-19 sudah penuh. Sementara itu tempat tidur ruangan isolasi pada tanggal yang sama sudah terisi sekitar 77 persen. (antara/jpnn)

Komentar