TNI Tanggung Biaya Pengobatan Pengemudi Ojek Korban Penembakan KKB di Papua
ASKARA - Para personel Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menjenguk warga sipil yang berprofesi sebagai pengemudi ojek korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya, Papua, Senin kemarin (14/9).
Melalui keterangan tertulis, pemimpin rombongan, Brigjen TNI Suswatyo menyampaikan, kedua korban telah menjalani operasi dan saat ini dalam kondisi stabil.
Atas dasar rasa kemanusiaan, kata Suswantyo, seluruh biaya pengobatan kedua korban sampai sembuh akan ditanggung TNI. Kepada keluarga korban juga diberikan bantuan dan dana tali asih untuk membantu penyembuhan dan menopang kehidupan selama korban berada di rumah sakit.
Kunjungan personel Kogabwilhan III itu dihadiri antara lain Asops Kaskogabwilhan III, Brigjen TNI Suswatyo; Aspotwil Kaskogabwilhan III, Brigjen TNI Dadang Rukhiyana; Kapoksahli Kogabwilhan III, Marsma TNI Marsudiranto dan beberapa personel Kogabwilhan III lainnya.
Kunjungan diawali kepada korban bernama Fathur Rahman (23), di Ruang ICU Rumah Sakit Mitra Masyarakat yang mengalami luka tembak di perut serta sabetan senjata tajam di bagian dahi dan hidung.
Selanjutnya, kunjungan kepada korban Laode Anas Munawir (33) di RSUD Kabupaten Mimika yang mengalami luka tembak di lengan kanan. Kedua Korban adalah penduduk sipil Kampung Yokatapa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.
Sebelumnya, KKB Papua kembali berulah dengan menembaki dan menganiaya masyarakat sipil. Peristiwa ini terjadi di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Senin (14/9) sekitar pukul 11.15 WIT. KKB yang melakukan penembakan diduga dari kelompok yang dipimpin Karel Tipagau dan Undius Waker.

Komentar