Kamis, 04 Juni 2026 | 06:58
NEWS

Tak Setuju dengan Bos Djarum Soal PSBB, Said Didu Buang Rokok ke Tempat Sampah

Tak Setuju dengan Bos Djarum Soal PSBB, Said Didu Buang Rokok ke Tempat Sampah
Rokok Said Didu (Twitter)

ASKARA - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu memutuskan berhenti merokok produk Djarum Super. Keputusan itu diambilnya lantaran ada satu hal yang membuatnya geram.

Dia mengaku tidak setuju dengan surat yang dilayangkan oleh bos Djarum, Robert Budi Hartono terkait penolakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

"Setelah 35 tahun saya merokok Djarum Super, saat ini saya nyatakan berhenti merokok Djarum Super. Selamat tinggal," cetusnya di akun Twitter miliknya, beberapa waktu lalu.

Keputusan itu juga sebagai bentuk duka citanya pada para korban Covid-19. Sebab tingkat kematian terus bertambah dan pemberlakuan PSBB dinilai sangat penting. Untuk memutus mata rantai virus corona. 

"Demi duka cita saya para korban Covid-19, atas protes pemilik Djarum terhadap kebijakan selamatkan nyawa rakyat Indonesia," ucap Said Didu.

Dalam unggahannya, Said Didu menyertakan foto sejumlah bungkus rokok dibuang ke tempat sampah. Lantaran keputusannya sudah bulat tidak merokok Djarum Super lagi. 

Sebelumnya, Budi Hartono selaku bos Djarum mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo guna memberikan masukan terkait dengan rencana pemberlakuan kembali PSBB total oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam surat yang diunggah oleh Peter F. Gontha, mantan Duta Besar RI untuk Polandia, Budi memaparkan sejumlah alasan kenapa pemberlakukan PSBB total ini dirasa tidak tepat.

Komentar