Rabu, 17 Juni 2026 | 22:29
NEWS

Membuka Pariwisata Bali untuk Wisatawan Mancanegara Perlu Hati-hati

Membuka Pariwisata Bali untuk Wisatawan Mancanegara Perlu Hati-hati
Pantai Kuta, Bali (Kintamani.id)

ASKARA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menekankan pentingnya peran media massa untuk mengawal dan mendorong bangkitnya pariwisata Bali pascapandemi Covid-19.

Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Hengky Manurung menyebutkan, media massa berperan penting dalam penyampaian informasi dan edukasi masyarakat dan calon wisatawan yang akan berkunjung ke Bali.

"Peran media sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan calon wisatawan terhadap 'the new' pariwisata dan ekonomi kreatif Bali melalui berita yang valid," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9). 

Informasi tersebut menjadi representasi bahwa pariwisata Indonesia telah siap menyambut kembali kunjungan wisatawan dengan penerapan protokol kesehatan secara disiplin.

"Itu harus dikabarkan bersama-sama bahwa Bali siap menerapkan protokol kesehatan. Di sinilah peran media dapat membentuk persepsi masyarakat dalam membangkitkan pariwisata Bali," tuturnya. 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa menambahkan, pihaknya telah membuka pariwisata secara bertahap. Pertama, untuk wisatawan lokal Bali pada Juli 2020. 

Kemudian untuk wisatawan Nusantara pada 31 Agustus 2020, setelahnya pembukaan untuk wisatawan mancanegara jika kondisi telah memungkinkan.

"Setelah dibuka akhir Agustus, yang datang ke Bali rata-rata diangka 2.500 sampai 5.000 wisatawan perhari dimana sebelumnya hanya 900," bebernya Putu Astawa. 

Sedangkan sebelum Covid-19 rata-rata sebanyak 16 ribu wisatawan perhari yang datang. Rencana Pemprov untuk membuka pintu bagi wisman akan diperhatikan dengan matang. 

"Untuk membuka pariwisata bagi wisman perlu kehati-hatian, lantaran citra Bali yang kuat di dunia internasional jangan sampai ada second wave dan mencoreng citra Bali sendiri," tandas Putu.

Komentar