PILKADA SERENTAK 2020
KPU Akan Gunakan Tinta dan Alat Coblos Sekali Pakai
ASKARA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggunakan tinta dan alat coblos sekali pakai dalam pemilihan kepada daerah (Pilkada) 2020.
Hal itu sebagaimana diutarakan anggota KPU RI, Hasyim Asya’ari dalam diskusi bertajuk “Pilkada 2020 Vs Covid-19” di Jakarta, Rabu (2/9/2020).
Bukan tanpa sebab, penggunaan tinta dan alat coblos sekali pakai akan dilakukan lantaran Pilkada 2020 berlangsung di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.
"Ditetes atau dioleskan di jari tangan ya, dan itu diharapkan di bagian yang ada kukunya. Karena di situ kecenderungannya lebih awet daripada yang kena kulit. Jadi untuk model yang dicelupkan dibotol tinta itu yang dihindari," kata dia.
Sementara untuk alat coblos, KPU saat ini masih terus mencari solusinya.
"Intinya sebisa mungkin alatnya, alat yang sekali pakai. Jadi belum kita pastikan (untuk alat coblos). Ini yang simulasi ini kan untuk memastikan itu," katanya.
Soal metode pemilihan, lanjut Hasyim, masih menggunakan metode pencoblosan.
"Entah seperti tusuk gigi atau tusuk sate misalnya, pada prinsipnya metodenya masih metode nyoblos," tandasnya.

Komentar