Selasa, 09 Juni 2026 | 09:30
NEWS

September 2020, KAI Tambah Perjalanan Kereta Hingga 36 Persen

September 2020, KAI Tambah Perjalanan Kereta Hingga 36 Persen
Perjalanan Kereta api (Jawapos.com)

ASKARA - Untuk melayani semakin meningkatnya penumpang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah perjalanan kereta api pada September 2020.

Rata-rata perjalanan kereta api pada September 2020 adalah 315 perjalanan KA per hari, naik 36 persen dibanding Agustus 2020 yaitu sebanyak 232 perjalanan KA per hari. 

Rinciannya, KA Jarak Jauh naik 77 persen dari rata-rata 75 KA perhari pada Agustus, menjadi rata-rata 133 KA perhari pada September.

Sedangkan KA Lokal naik 16 persen dari rata-rata 157 KA perhari pada Agustus, menjadi rata-rata 182 KA perhari di September.

"KAI secara bertahap meningkatkan jumlah perjalanan kereta api di Jawa dan Sumatera untuk mengakomodir lebih banyak masyarakat yang ingin naik kereta api,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus. 

Kereta yang ditambah pada September antara lain dengan rute Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Semarang, Purwokerto, Blitar, Cilacap, Malang, Jember, dan lainnya.

Kereta favorit yang KAI operasikan kembali seperti KA Jayakarta (Jakarta Kota - Surabaya Gubeng pp), Majapahit (Pasar Senen - Malang pp), Malioboro Ekspres (Yogyakarta - Malang pp), dan KA-KA lainnya. 

Untuk meningkatkan pelayanan, KAI menghadirkan berbagai potongan harga menarik untuk perjalanan KA secara rutin. KAI menghadirkan Promo Super Special Offer yaitu memberikan tarif khusus pada perjalanan KA tertentu pada September 2020 ini.

"Tujuannya, agar animo masyarakat yang menggunakan kereta api semakin baik dari waktu ke waktu," kata Joni.

Joni menegaskan, saat ini naik kereta api sudah lebih mudah, namun tetap menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat yang ingin menggunakan KA Jarak Jauh cukup menunjukkan surat bebas Covid-19 yang masih berlaku, dalam kondisi sehat, dan memakai masker. 
Untuk perlindungan ekstra, KAI memberikan face shield secara cuma-cuma kepada pelanggan KA Jarak Jauh. 

"Diharapkan dengan adanya penambahan jumlah kereta api di September ini bisa meningkatkan konektivitas dalam rangka pemulihan ekonomi nasional melalui perjalanan KA yang selamat dan sehat," harap Joni. (jpnn)

Komentar