Kamis, 18 Juni 2026 | 04:32
NEWS

Panglima TNI Imbau Masyarakat Tak Mudah Terhasut Berita Bohong

Panglima TNI Imbau Masyarakat Tak Mudah Terhasut Berita Bohong
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto/Net

ASKARA - Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto telah memerintahkan Komandan Garnizun Tetap I, dalam hal ini adalah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman untuk mendalami peristiw yang terjadi di Pasar Rebo dan Ciracas. 

Menurut Hadi, sesuai dengan data dan fakta dari keterangan saksi dan rekaman CCTV bahwa luka yang ada dialami oleh  prajurit TNI bukan karena pengeroyokan orang tak dikenal tapi akibat kecelakaan tunggal.

 “Hal itulah yang menjadikan titik awal pendalaman oleh Komandan Garnizun untuk memanggil saksi-saksi diantaranya adalah 12 orang yang sudah diperiksa dan tadi pagi 3 orang sudah mengakui melakukan pengerusakan sepeda motor dan kendaraan,” kata dia saat memberikan keterangan pers di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu (30/8/2020).

 Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa dari data-data dilapangan baik CCTV yang pertama terkait kecelakaan tunggal yang menimpa prajurit MI dan CCTV yang kedua terkait pengerusakan, semuanya sudah diambil oleh Denpom TNI. 

Dalam rekaman CCTV yang kedua  ketika terjadi pengerusakan terlihat ada sepeda motor dengan 2 orang yang diduga kuat melakukan pengerusakan. Sementara itu 27 orang yang ada di Handphone prajurit TNI juga akan terus dilakukan pemeriksaan. 

Dalam kesempatan tersebut, Marsekal Hadi mengingatkan seluruh masyarakat, TNI maupun Polri agar tidak mudah terhasut oleh berita-berita yang belum tentu kebenarannya seperti yang terjadi di Pasar Rebo dan Ciracas yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat. 

“Mudah-mudahan semuanya sudah bisa diselesaikan dengan baik dalam artikata dalam penyelidikan dan tentunya nantinya hasil dari pemeriksaan tersebut Puspom TNI akan memberikan informasi kepada rekan-rekan media,” tandasnya.

Komentar